Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kebumen

Perjalanan Panjang Geopark Kebumen: Dari Karangsambung ke Pengakuan UNESCO

Saat ini, Geopark Kebumen resmi diakui UNESCO sebagai kawasan dengan warisan geologi internasional yang bernilai tinggi.

Tayang:
TRIBUNJATENG/Intan Aulia
Chusni Ansori, Peneliti Geologi dari UPT BIKK Karangsambung LIPI 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Saat ini, Geopark Kebumen resmi diakui UNESCO sebagai kawasan dengan warisan geologi internasional yang bernilai tinggi.

Prestasi ini merupakan hasil dari perjalanan panjang kolaborasi antara peneliti dan pemerintah yang telah berupaya keras untuk mewujudkan pengakuan global ini.

Baca juga: Siang Hingga Malam Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca Kebumen Hari Ini Selasa 21 Januari 2025

Chusni Ansori, Peneliti Geologi dari UPT BIKK Karangsambung LIPI, mengungkapkan, Geopark Kebumen resmi diakui UNESCO sebagai kawasan dengan warisan geologi bernilai tinggi.

"Geopark Kebumen kini diakui secara De Facto oleh UNESCO sebagai kawasan dengan warisan geologi bernilai tinggi. Proses sertifikasi De Jure sedang berlangsung," kata dia Selasa (21/1/2025).

Perjalanan Transformasi Geopark Kebumen

Perjalanan Geopark Kebumen dimulai pada 2006, saat kawasan ini dikenal sebagai Cagar Alam Geologi Karangsambung yang ditetapkan oleh Menteri SDM.

Pada 2012, statusnya diperbaharui, namun keberadaannya semakin dipandang penting sebagai kawasan yang memiliki potensi geologis luar biasa. 

Kawasan ini menyimpan catatan sejarah pertemuan lempeng Hindia-Australia dan Eurasia, menjadikannya lokasi pembelajaran geologi yang istimewa.

"Karangsambung adalah fosil pertemuan lempeng. Batuannya sangat unik dan menjadi cagar alam geologi pertama di Indonesia," jelas Chusni.

"Selain itu, di bagian selatan, ada Karangbolong, yang dikenal dengan bentang alam Karst-nya."

Pada 2015, perhatian pemerintah terhadap kawasan ini meningkat.

Diskusi antara pemerintah dan peneliti semakin intensif untuk mengembangkan konsep Geopark, yang bertujuan untuk mengintegrasikan geologi, budaya, dan keberlanjutan lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2017, tim percepatan dibentuk untuk mengakui Geopark Karangsambung-Karangbolong sebagai Geopark Nasional.

Pada 2018, status ini berhasil diraih, yang menjadi langkah awal menuju pengakuan internasional.

Tugu atau Ikon Geopark Kebumen di Karangsambung
Tugu atau Ikon Geopark Kebumen di Karangsambung, 17 Januari 2025.

Pengajuan Geopark Kebumen ke UNESCO

Pada 2022, Geopark Karangsambung-Karangbolong diajukan ke UNESCO dengan nama baru, "Geopark Kebumen," setelah wilayahnya diperluas dari 12 kecamatan menjadi 22 kecamatan. Penambahan ini penting untuk memenuhi syarat internasional, mengingat cakupan geopark yang lebih luas menjadi salah satu faktor utama.

Chusni menjelaskan, "Kami memperluas cakupan kawasan, dengan memasukkan 22 kecamatan, 42 geosites, 8 biosites, dan 24 culture sites untuk memenuhi kriteria internasional."

Strategi dan Rencana Pengembangan yang Berkelanjutan

Pengembangan Geopark Kebumen tidak berhenti pada pengakuan internasional.

Chusni menyatakan bahwa ekspansi wilayah geopark akan terus berlanjut, dengan fokus pada penguatan konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

"Saat ini, kami belum menambah geosites, tetapi kami memastikan bahwa situs-situs yang ada memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam hal konservasi maupun pariwisata berkelanjutan," ujar Chusni.

Ke depannya, pelestarian Geopark Kebumen akan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan pemerintah setempat.

"Kami berupaya menciptakan desa wisata mandiri yang berbasis geologi, yang akan menjadi contoh bagi pengelolaan kawasan berkelanjutan. Hal inilah yang sedang kami coba capai," tambahnya.

Baca juga: Hadir di 5 Titik, Berikut Jadwal Samsat Keliling Kebumen Hari Ini Selasa 21 Januari 2025

Geopark Kebumen: Bukti Terbaik Teori Tektonik Asia Tenggara

Geopark Kebumen dikenal sebagai "The Best Evidence of Tectonic Theory in Southeast Asia."

Kawasan ini memiliki situs geologi yang sangat lengkap dan beragam, dengan batuan-batuan yang lebih tua dan lebih bervariasi dibandingkan dengan kawasan lainnya. 

"Batuan di Kebumen adalah rekaman fenomena alam yang terjadi selama jutaan tahun. Ini adalah bukti nyata dari teori tektonik yang membentuk Asia Tenggara," terang Chusni.

Dengan pengakuan internasional dari UNESCO, Geopark Kebumen kini tidak hanya menjadi situs geologi yang penting, tetapi juga simbol keberlanjutan dan kemajuan bagi masyarakat lokal. (ian)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved