Kendal
Sekolah di Pantura Kendal Diliburkan Imbas Banjir, Terendam Hingga 1,5 Meter
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Kendal.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Kendal.
Selain banjir imbas jebolnya tanggul Kali longsor di Kecamatan Patebon, terdapat 8 wilayah kecamatan lain yang juga terdampak banjir dan tanah longsor.
Hal itu pula membuat bangunan sekolah ikut terendam banjir.
Berdasarkan data yang diterima dari Disdikbud Kendal, terdapat 6 SMP, 20 SD dan 16 TK dan KB yang terdampak bencana.
Beberapa sekolah yang paling parah terdampak banjir, ialah SMPN 2 Patebon, di Desa Kebonharjo dengan ketinggian air banjir mencapai 1,5 meter, disusul banjir setinggi 1-1,5 meter di SDN Kebonharjo Patebon.
Kemudian, ada juga SMPN 2 Brangsong, SMP IT Ulul Albab Weleri, dengan ketinggian air 0,5 meter.
Sementara itu, SDN 4 Gempolsewu yang terdampak luapan Sungai Kuto mengalami banjir setinggi 0,5 meter.
"Untuk SMP NU 09 Rowosari air banjir 1,25 meter, semua ruangan, dan lumpur masuk. Sedangkan untuk wilayah Kendal kota rata-rata sekolah banjir setinggi 20-50 sentimeter,”
"Totalnya ada 42, tapi untuk SMA dan SMK sederajat itu wilayahnya Disdikbud Provinsi, jadi bukan kewenangan kami.” kata Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay saat dihubungi, Selasa (21/1/2025) sore.
Ia menerangkan, pihaknya telah membuat kebijakan dengan meliburkan seluruh sekolah di sepanjang Jalur Pantura Kendal. Terutama sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
“Kalau siswa berangkat, dipulangkan lebih awal pagi hari. Sebab sekolah tidak bisa aktivitas, kondisi kelas terendam banjir,” sambungnya.
Pria yang akrab disapa Feri mengungkapkan, terdapat sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Bahkan beberapa ruang kelas terendam air hingga lebih dari 1,5 meter.
"Sebagian sekolah terpaksa diliburkan sementara sampai waktu yang belum ditentukan, karena air sudah menggenangi ruang kelas. Ini demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik," paparnya.
Meski tidak semua sekolah di Jalur Pantura Kendal terendam banjir, namun Feri menilai kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan siswa lebih awal adalah langkah antisipatif.
Apalagi, banyak siswa dan guru yang rumahnya terendam banjir.
“Bapak ibu guru yang kebanjiran kami beri dispensasi, supaya fokus untuk penanganan banjir di rumah atau lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” paparnya. (ags)
| Daftar ASN yang Tidak Boleh WFH Mulai Jumat Besok di Kabupaten Kendal |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Kendal Disebut Tertinggi di Jateng, Pengangguran Tinggal 4,6 Persen |
|
|---|
| "Kuota Sudah Habis" Alasan Puskesmas Kendal II Tolak Rujukan Pasien BPJS, Emosi Agus Meledak |
|
|---|
| Pelabuhan Kendal Bakal Beroperasi Kembali Layani Rute Kendal - Kumai, Beroperasi Sebelum Lebaran |
|
|---|
| Nasib Tugino Petani di Kendal, Baru Sebulan Tanam Padi Kini Sawah Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Banjir-masih-menggenangi-SMPN-2-Patebon-Kabupaten-Kendal.jpg)