Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Makan Bergizi Gratis di Jateng

Baru Terasa Efeknya, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan di Brebes, 3.000 Siswa Minta Dilanjut

Program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan 6 Januari 2024 untuk 3.000 siswa di 10 sekolah di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes telah dihentikan.

Tayang:
Editor: deni setiawan
Kompas.com/ Tresno Setiadi
Wakil Kepala SD Negeri 3 Songgom Brebes, Agus Marwoso menginformasikan kepada anak didiknya perihal kiriman makanan bergizi gratis sementara dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, Rabu (22/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Para siswa dan orangtua siswa di Kabupaten Brebes berharap agar program makan bergizi gratis bisa kembali dilanjutkan.

Sesuai data, total ada sekira 10 sekolah di Kecamatan Songgom, misalnya yang sebelumnya masuk dalam daftar uji coba program nasional tersebut. 

Namun per Rabu (22/1/2025), sekira 3.000 siswa tersebut tak lagi peroleh jatah menu makanan gratis itu karena telah dihentikan.

Baca juga: Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Rp 478 Juta untuk Korban Banjir Brebes

Baca juga: 11 Fasilitas Umum dan 33 Sekolah di Brebes Terdampak Banjir 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan sejak 6 Januari 2024 untuk 3.000 siswa di 10 sekolah di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, dihentikan sementara.

Ini dilakukan setelah masa uji coba dinyatakan selesai pada Rabu (22/1/2025).

Orangtua dan siswa berharap program tersebut dapat dilanjutkan karena sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

"Dari WA grup mengabarkan bahwa sementara dihentikan terlebih dahulu sampai ada pemberitahuan lagi."

"Untuk alasannya, saya belum tahu," ungkap Agus Marwoso, Wakil Kepala SD Negeri 3 Songgom seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (22/1/2025).

Pantauan di SD Negeri 3 Songgom menunjukkan bahwa siswa yang biasanya mendapatkan makanan bergizi gratis pada pukul 09.00, kini hanya dapat beristirahat dan membeli jajanan.

Mereka kemudian kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas masing-masing.

Setelah pengumuman penghentian program, Agus Marwoso menambahkan, beberapa siswa kecewa, terutama yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan.

"Tadi pagi anak-anak menanyakan, bahkan ada yang belum sarapan menunggu makanan bergizi, karena anak-anak sangat senang sekali," kata Agus.

Pihaknya berharap agar program makan bergizi gratis dapat dilanjutkan kembali, mengingat manfaatnya bagi siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu.

"Siswa di sini rata-rata berasal dari keluarga petani, pembuat batu bata, dan pencari pasir."

"Memang kebanyakan dari keluarga kurang mampu," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved