Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Banjir Patebon Kendal Belum Surut, 191 Warga Bertahan di Pengungsian 

Jebolnya dua tanggul Kali Bodri di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal belum sepenuhnya surut.

Tribunjateng/Agus Salim 
Sejumlah warga masih bertahan di tenda pengungsian kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal memasuki hari keempat banjir jebolnya dua tanggul Kali Bodri, Kamis (23/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Meskipun sudah memasuki hari keempat, banjir yang diakibatkan jebolnya dua tanggul Kali Bodri di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal belum sepenuhnya surut.

Air masih menggenang di beberapa titik lantaran saluran pembuangan air tidak maksimal usai tersumbat sampah banjir.

Alhasil, warga masih memilih bertahan di tenda pengungsian yang disediakan Pemkab Kendal, dan pihak lainnya.

Baca juga: Hari Keempat Banjir Patebon Kendal, Air Disedot dan Dibuang ke Saluran Sungai Lanji

Warga korban banjir, Sukini mengatakan dirinya terpaksa tinggal di tenda pengungsian meskipun air sudah tak setinggi hari pertama yang mencapai 2 meter.

Sukini tinggal di tenda pengungsian yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal bersama seorang cucunya.

"Iya mau gimana lagi, saya di rumah tinggal sama cucu saya, suami sudah meninggal. Jadi pilih di sini ramai," kata Sukini ditemui di tenda pengungsian, Kamis (23/1/2025).

Sukini baru akan kembali ke rumah setelah air benar-benar surut.

"Saya rumahnya perumahan Patebon Indah, masih ada genangan di sana," tuturnya.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah mengatakan saat ini masih ada beberapa wilayah terdampak banjir yang masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 30 cm.

"Di kebonharjo masih 30 cm," katanya.

Berdasarkan data sementara BPBD, terdapat sekitar 191 warga yang masih bertahan di pengungsian sembari menunggu banjir benar-benar surut.

Rinciannya, 83 orang di pengungsian Dishub, 48 orang di Car Centro, 38 orang di SMAN 1 Pegandon, dan 22 orang di rumah dinas Bupati Kendal.

"Belum semua kembali, masih ada yang di pengungsian," ujar Huda.

Ia pun belum bisa memastikan kapan sisa genangan air bisa surut. Ditambah, cuaca yang terkadang tiba-tiba hujan membuat air sulit terbuang.

Namun, pihaknya saat ini telah memompa air genangan sejak Rabu (22/1/2025) untuk mengurangi dampak banjir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved