Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Serunya Naik Kereta Api Wisata Vintage Eropa Berbahan Kayu Rute Ambarawa-Tuntang

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menawarkan edukasi sejarah menarik lewat kereta api wisata kuno yang menawarkan rute Ambarawa-Tuntang.

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
BERNUANSA JADUL - Suasana perjalanan wisata di dalam kereta kayu zaman kolonial Belanda yang kembali dioperasikan PT KAI Wisata dengan rute Ambarawa-Tuntang. Nuansa jadul semakin terasa dengan tempat duduk, lantai, atap, serta jendela yang semuanya berbahan kayu. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Momen libur panjang memeringati Isra Miraj dan Imlek pada Januari 2025 dimanfaatkan para wisatawan untuk mencari kesenangan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata menarik.

Di Kabupaten Semarang, hal tersebut terlihat dengan meningkatnya volume kendaraan yang datang dari arah Jabodetabek di jalur Semarang-Solo pada Minggu-Senin (26-27/1/2025).

Sebagian besar kendaraan mengarah ke sejumlah tempat wisata serta ke kota-kota lain.

Baca juga: Imbas Banjir Grobogan, PT KAI Daop 4 Semarang Catat Ribuan Calon Penumpang Batalkan Tiket Kereta

Di kawasan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terdapat satu tempat wisata milik PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) yang menawarkan edukasi sejarah dan pengalaman tak terlupakan terkait dunia perkeretaapian.

Tempat tersebut yaitu Museum Kereta Api Ambarawa yang terletak di Kelurahan Panjang.

Musem tersebut dulunya merupakan stasiun kereta api yang dibangun pada zaman kolonial Belanda oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1873.

Meskipun sudah tidak digunakan lagi sebagai tempat transportasi, stasiun pertama di Indonesia tersebut kini beralih fungsi menjadi cagar budaya serta tempat wisata.

Kereta wisata zaman kolonial Belanda rute Ambarawa-Tuntang 2
KEMBALI DIOPERASIKAN - Kereta kayu zaman kolonial Belanda yang kembali dioperasikan untuk perjalanan wisata oleh PT KAI Wisata di Museum Kereta Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Seluruh informasi sejarah tentang kereta api di Indonesia dituangkan ke dalam literasi yang ringan dan mudah dipahami anak-anak di sana.

Tak hanya edukasi, seluruh barang peninggalan sejarah meliputi lokomotif uap, loket tiket berbahan kayu, jam dinding pada zamannya, mesin pencetak tiket pada masa itu masih tertata rapi untuk dilihat.

Beberapa koleksi sarana perkeretaapian kuno di sana meliputi 24 lokomotif uap, lima lokomotif Diesel, serta enam kereta kayu.

Bahkan, gerbong kereta vintage berbahan kayu pun masih dioperasikan dengan ditarik menggunakan lokomotif diesel.

Wisatawan bisa sekaligus mencoba merasakan naik kereta kuno ala Eropa dengan rute Stasiun Ambarawa-Stasiun Tuntang.

Corporate Branding & Communication PT KAI Wisata, Riesta Junianti mengatakan, kereta untuk wisata tersebut beroperasi sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari.

Menurut dia, pihak PT KAI Wisata terus berupaya merawat dan menjaga kereta-kereta itu agar bisa tetap dioperasikan.

“Karena umurnya sudah tua, ya, jadi memang perjalanan itu terbatas, tidak bisa terus-terusan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved