Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ciri-ciri Rip Current, Arus Tenang Penyebab 3 Siswa SMPN 7 Mojokerto Tewas di Pantai Drini

13 pelajar SMPN 7 Mojokerto hanyut di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul..Rip current atau boleran adalah sejenis ekor palung laut yang akan menarik

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
grid.id
CIRI RIP CURRENT. Terjadi insiden tragis di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, yang mengakibatkan tiga siswa SMPN 7 Mojokerto meninggal dunia akibat terseret ombak Rip Current pada Selasa (27/1/2025). 

Ciri-ciri Rip Current, Arus Tenang Penyebab 3 Siswa SMPN 7 Mojokerto Tewas di Pantai Drini

TRIBUNJATENG.COM- Terjadi insiden tragis di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, yang mengakibatkan 3 siswa SMPN 7 Mojokerto meninggal dunia akibat terseret ombak pada Selasa (28/1/2025).

Tiga belas pelajar SMPN 7 Mojokerto hanyut di Pantai Drini tersebut. Sebanyak 9 orang berhasil diselamatkan, 3 meninggal dunia, dan 1 masih hilang.

Tiga siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah terjebak di palung dengan kedalaman sekitar 10 meter.

 Satu siswa lainnya masih dinyatakan hilang, dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Menurut Surisdiyanto, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, para siswa terseret ombak di area jalur kapal atau rip current. Posisi jenazah ditemukan sekitar 100 meter dari tepi pantai.

Rip current atau boleran adalah sejenis ekor palung laut yang akan menarik apa saja menuju ke palung laut yang berada di tengah laut.

Rip current biasanya berupa permukaan air yang tenang yang memiliki arus kuat untuk menarik apapun sampai tengah laut.

Boleran sering ditemui di tepian pantai, namun tidak menetap.

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Siswanto menjelaskan bahwa fenomena boleran dalam ilmu oseanografi dikenal sebagai rip current.

"Rip current merupakan arus balik yang terkonsentrasi ada sebuah jalur yang memecah zona empasan gelombang hingga melewati zona gelombang pecah," ujar Siswanto.

Menurut Siswanto, arus boleran terbentuk jika gelombang datang dan mengempas garis pantai yang berbentuk cekungan.

Kemudian, pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai atau aliran air yang "berjalan" menyusuri pantai.

Ada dua arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai.

Siswanto mengungkapkan, untuk arus susur yang saling bertemu ini kemudian bergabung dan menimbulkan arus balik menuju tengah laut yang mengumpul pada suatu jalur arus, hingga melewati zona gelombang pecah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved