Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

PINSAR Dukung Program MBG untuk Selamatkan Usaha Peternak UMKM

Pemerintah bakal menaikkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp171 triliun. Angka itu naik Rp100 triliun dari anggaran saat ini Rp71 triliun

Dok Singgih Januratmoko
PINSAR -- Ketua Umum DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Singgih Januratmoko 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah bakal menaikkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp171 triliun. Angka itu naik Rp100 triliun dari anggaran saat ini Rp71 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. 

Kabar baiknya, anggaran jumbo tersebut bakal melibatkan banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan penambahan anggaran MBG berdampak positif terhadap peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan memberikan manfaat yang berlipat ganda terhadap UMKM.

Ketua Umum DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Singgih Januratmoko mengapresiasi kebijakan pemerintah melibatkan UMKM dalam MBG, “Pelibatan usaha kecil memungkinkan masyarakat langsung menikmati roda ekonomi yang berputar. Anggaran Rp171 triliun langsung membuka lapangan pekerjaan dan dinikmati langsung oleh masyarakat,” papar Singgih. 

Menurut Singgih, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan program MBG dapat melibatkan UMKM, dalam rantai produksi untuk memasok keperluan MBG, “Pelibatan ini tentu kami sambut baik, karena juga menghidupkan usaha milik peternak ayam dan petelur UMKM,” papar Singgih yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. 

Singgih mengatakan pelibatan peternak UMKM ini membuat peternak kecil mampu bertahan dari persaingan yang tidak seimbang, dengan perusahaan peternakan raksasa, “Peternak kecil dengan modal terbatas selama ini tak mampu bersaing dengan perusahaan konglomerasi perunggasan. Dengan MBG, pemerintah bisa menyelamatkan 13 juta tenaga kerja yang terlibat dalam peternak UMKM,” paparnya. 

Pelibatan peternak UMKM juga berimbas positif terhadap kestabilan harga daging ayam dan telur, yang sejak pandemi belum juga bisa stabil, “Padahal kami berharap agar harga daging ayam atau live bird selalu stabil di atas harga acuan dari pemerintah. Realitanya, harga live bird stabil di bawah harga acuan yang mengakibatkan peternak UMKM merugi terus dan akhirnya gulung tikar,” tegas Singgih. 

Kesulitan para peternak tersebut berakibat habisnya modal kerja mereka. Singgih pun berharap dengan program MBG, pemerintah juga membantu kemudahan kredit untuk peternak rakyat agar bisa memulai beternak kembali, “Dengan permodalan itu, peternak UMKM bisa membantu menyukseskan program MBG,” tuturnya. 

Singgih juga menegaskan, para peternak yang terhimpun dalam PINSAR di berbagai wilayah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur dalam program MBG, “Kami mendukung penuh program MBG, karena mampu menyelamatkan peternak UMKM. Dan kami sanggup memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur, untuk menyukseskan program MBG,” pungkas Singgih.

Baca juga: Presiden Prabowo Akan Hadiri Puncak HUT ke-17 Gema Desa di Solo, Ribuan UMKM Meriahkan Acara

Baca juga: Miliki 3 Fakultas, Tegal Muhammadiyah University Bakal Didik Mahasiswa Bisa Langsung Kerja

Baca juga: Kalender Jawa Besok 1 Februari 2025, Watak Weton Sabtu Pahing: Penuh Semangat dan Percaya Diri

Baca juga: Harga Cabai Merah Kian Mahal, Pedagang Semarang Akali dengan Menjual Yang Hampir Busuk

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved