Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Masyarakat Diimbau Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi Samudera Hindia

Untuk potensi ketinggian gelombangnya maksimum berkisar antara 2,5 - 4 meter

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: muslimah
Tribunjateng/Pingky Setiyo Anggraeni
GELOMBANG TINGGI - Gelombang tinggi yang terjadi di perairan Cilacap beberapa waktu lalu. Jumat (15/3/2024). BMKG memberikan peringatan dini terkait gelombang tinggi di selatan Jateng dalam beberapa hari ini. (Tribunbanyumas.com/Pingky Setiyo Anggraeni) 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan diimbau untuk waspada.

Pasalnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Cilacap mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi Samudera Hindia di selatan Jateng dalam beberapa hari mendatang.

Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menyampaikan, peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi itu berlaku mulai 5 Februari 2025 pagi sampai dengan 8 Februari 2025 pagi esok.

"Ada potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia selatan Jateng pada rentang waktu tersebut, sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini," katanya kepada Tribunbanyumas.com

Sementara itu diungkapkan Teguh bahwa wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Tengah yang dimaksud yakni seperti di selatan Cilacap, selatan Kebumen hingga selatan Purworejo.

Untuk potensi ketinggian gelombangnya maksimum berkisar antara 2,5 - 4 meter.

"Untuk potensi tinggi gelombang maksimum di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah wilayah itu yakni berkisar antara 2,5 hingga 4 meter," ungkap Teguh.

Terkait potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia selatan Jateng itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesesir laut selatan untuk selalu waspada.

Terutama bagi para pengguna aktivitas maritim untuk memperhatikan potensi risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Adapun berdasarkan pengamatan BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut - timur laut dengan kecepatan angin 6 - 25 knot.

Sedangkan untuk pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan, arah angin dominan dari barat daya-barat laut dengan kecepatan berkisar 8-30 knot.

"Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah," tambahnya. (pnk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved