Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Waspada Leptospirosis! Sudah Ada 61 Kasus di Jateng, Jangan Buang Bangkai Tikus Sembarangan

Di awal 2025, tercatat 61 kasus akibat bakteri leptospira tersebar di Jawa Tengah, yang salah satunya ditularkan melalui kencing tikus.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
KASUS LEPTOSPIROSIS - Kabid P2P Dinkes Jateng, Irma Makiah. Dinkes menyebut di awal tahun ini sudah ada sekira 61 kasus leptospirosis yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Musim hujan membawa banyak genangan dan risiko leptospirosis semakin meningkat. 

Di awal 2025, tercatat 61 kasus akibat bakteri leptospira, yang salah satunya ditularkan melalui kencing tikus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah menjelaskan, penularan leptospirosis bisa terjadi lewat beberapa cara.

Baca juga: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Kanwil Kemenkum Jateng: Bekali Peserta Keterampilan Penyelamatan Nyawa

Baca juga: Honda ICON e dan CUV e Sudah Tersedia di Jateng, Berikut Ini Harga dan Spesifikasinya

"Bakteri ini bisa masuk ke tubuh melalui luka di kulit yang terkena air atau tanah yang sudah tercemar urine tikus."

"Bisa juga lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/2/2025).

Jika terinfeksi, seseorang bisa mengalami demam, nyeri badan, sakit di betis, mata merah, bahkan gejala serius seperti kulit menguning dan gagal ginjal yang bisa berakibat fatal.

“Jika mengalami gejala seperti ini dan berada di daerah yang banyak tikus, segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit."

"Semakin cepat dideteksi, semakin mudah diobati,” tambahnya.

Lingkungan padat penduduk, sawah, perkampungan nelayan, dan daerah kumuh lebih rentan terhadap penyebaran leptospirosis.

Selain itu, daerah yang sering banjir, rob, atau memiliki sistem pembuangan sampah yang buruk juga punya risiko tinggi.

“Para petani, pekerja yang turun ke daerah banjir, atau warga yang tinggal di sekitar lingkungan dengan banyak tikus harus lebih waspada."

"Gunakan alat pelindung seperti sepatu boot, terutama jika ada luka di kaki,” imbau Irma Makiah.

Baca juga: DKK Karanganyar Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat Antisipasi Leptospirosis

Baca juga: Dosen Udinus Ungkap Bahaya Leptospirosis, Gejala Awal hingga Pencegahannya

Irma juga mengingatkan agar masyarakat mengeliminasi tikus dengan cara yang benar. 

Jangan membuang bangkai tikus di jalanan karena bisa menyebarkan penyakit.

"Gunakan kandang jebak untuk menangkap tikus."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved