Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Viral Band Sukatani Purbalingga

Band Sukatani Ternyata "Diklarifikasi" di Banyuwangi, Hasilnya Dikirim ke Mabes Polri

Pertemuan antara Polda Jawa Tengah dengan Sukatani Band ternyata dilakukan di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

|
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
Instagram @sukatani.band I Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
TANGAPAN KAPOLRI: (kiri) potret band Sukatani yang diambil dari Instagram pada Jumat (21/2/2025). (kanan) momen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bacakan rilis akhir tahun 2023 di Mabes Polri, Rabu (27/12/2023) 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pertemuan antara Polda Jawa Tengah dengan Sukatani Band ternyata dilakukan di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/1/2025).

Dalam pertemuan di Banyuwangi, polisi melakukan interogasi terhadap dua personel band Sukatani yakni Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel.

Kepolisian melakukan interogasi terkait alasan pembuatan lagu Bayar Bayar Bayar yang mengkritik polisi.

Baca juga: Polda Jateng Bantah Intervensi Lagu "Bayar Polisi" Dihapus, LBH Semarang: Yakin Ada Desakan!

Tak lama selepas pertemuan itu, muncullah video klarifikasi dari band asal Purbalingga Jawa Tengah tersebut.

"Ya kami temui mereka di Banyuwangi selepas mereka konser di Bali. Kalau komunikasi lewat handphone kurang maksimal jadi kami janjian di sana," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kabid Humas Polda Jateng Kombes pol Artanto, Jumat (21/2/2025).

Dalam pertemuan itu, kata Artanto, anggota kepolisian hanya berkomunikasi terkait tujuan pembuatan lagu. Selepas mengetahui bahwa lagu hanya bersifat kritik, pihaknya lantas tidak mempersoalkannya.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan ketika Sukatani tak membuat video klarifikasi.  "Tidak masalah bikin video klarifikasi, tapi maksudnya sebagai bentuk pembelajaran kalau kita memberikan kritik harus kritik membangun terhadap sesuatu," tuturnya.

Terkait video klarifikasi, Artanto membantah bahwa itu ulah anggota Polda Jateng yang melakukan intervensi. Begitupun soal topeng yang dilepas oleh dua anggota band Sukatani.

"Tidak ada yang memaksa membuka topeng," bebernya.

Sesudah melakukan klarifikasi terhadap Sukatani, pihak Polda Jateng memberikan hasil pertemuan itu ke Mabes Polri. Namun, dia tak memberikan jawaban pasti apakah permintaan klarifikasinya ke Sukatani atas perintah dari Mabes Polri.  Hanya saja, Polda Jateng turun menangani Sukatani karena bandnya asal Purbalingga..

"Kami setelah kegiatan ini juga laporan ke Mabes," katanya.

SUKATANI - Penampilan band punk new wave Sukatani.()
SUKATANI - Penampilan band punk new wave Sukatani.() (Dokumentasi Sukatani)

Intervensi Keras

Direktur LBH Semarang Ahmad Syamsuddin Arief  menyakini Polda Jawa Tengah melakukan intervensi keras terhadap dua personel Sukatani Band dua personel band Sukatani Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel.

Akibat intervensi tersebut akhirnya mereka membuka topeng untuk meminta maaf pada publik dan menarik karya lagunya Bayar Bayar Bayar yang mengkritik polisi.

Padahal dua personel band Sukatani Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel  ini selalu identik dengan topeng ketika manggung. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved