Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vokalis Sukatani Diberhentikan

Alasan Kepala Sekolah Pecat Vokalis Sukatani Sebagai Guru SD di Banjarnegara, Langgar Kode Etik

Vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati yang juga berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Banjarnegara betul telah diberhentikan.

Instagram sukatani
LAGU BAND SUKATANI - Kolase foto Novi Citra Indiryati atau Twister Angel vokalis band Sukatani yang membawakan lagu bayar bayar bayar viral di media sosial, Jumat (21/02/2025). Nasib Novi Citra Indiryati usai viral bawakan lagu 'bayar bayar bayar' dipecat sebagai guru. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati yang juga berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Banjarnegara betul telah diberhentikan.

Ia telah diberhentikan di tempatnya mengajar di SD IT Mutiara Hati, Desa Purworejo, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara

Novi Citra Indriyati telah diberhentikan sejak Kamis (6/2/2025) yang lalu jauh sebelum viral lagu 'bayar bayar bayar' dan permintaan maaf lewat akun Instagram @sukatani.band, kepada institusi Polri. 

Baca juga: Dinas Pendidikan Buka Suara Soal Kabar Vokalis Sukatani Dipecat Sebagai Guru Karena Kritik Polisi

Baca juga: Setelah Lagu Bayar Bayar Bayar Viral, Sukatani Dianggap Sebagai Local Heroes Purbalingga

TANGAPAN KAPOLRI: (kiri) potret band Sukatani yang diambil dari Instagram pada Jumat (21/2/2025). 

(kanan) momen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bacakan rilis akhir tahun 2023 di Mabes Polri, Rabu (27/12/2023)
TANGAPAN KAPOLRI: (kiri) potret band Sukatani yang diambil dari Instagram pada Jumat (21/2/2025). (kanan) momen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bacakan rilis akhir tahun 2023 di Mabes Polri, Rabu (27/12/2023) (Instagram @sukatani.band I Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Novi Citra Indriyati memang sebelumnya tercatat menjadi guru wali kelas di SD IT Mutiara Hati, Desa Purworejo, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara

"Betul diberhentikan, tetapi yang jadi masalah adalah bukan lagu dan terkait peristiwa viralnya.

Tapi yang dilanggar adalah kode etiknya terutama yang berkaitan dengan syariat Islam," ucap Kepala SD IT Mutiara Hati, Eti Endarwati saat dihubungi tribunjateng.com, Sabtu (22/2/2025). 

Pihaknya mengatakan sebagai institusi swasta yang punya kode etik dan aturan hal itu wajib berlaku dan dipatuhi semua termasuk guru-guru. 

"Jadi ada aturan yang berlaku untuk semua dan ada kode etik kepada guru-guru kami. 

Adapun pelanggaran kode etik yang paling mendasar adalah terbukanya aurat guru," jelasnya. 

Karena alasan itulah yang menjadi dasar atau alasan pemberhentian yang bersangkutan menjadi guru. 

Kepala sekolah tidak menampik memang pemberhentian langsung dilakukan kepada Novi Citra Indiryati pada Februari 2025 yang lalu. 

"Kode etik sudah disosialiasiskan di awal mendaftar dan dari awal beliau sudah tahu konseksekuensinya. 

Jadi kita menemukan di sosmed beliau ada bagian aurat yang terbuka," ucapnya. 

Diketahui Vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati melamar menjadi guru kisaran pada tahun 2020/2021. 

Dan resmi bergabung menjadi bagian dari SD IT Mutiara Hati pada 2022. 

Dulunya dia adalah guru Wali kelas. 

Pihak sekolah menegaskan pada intinya bukan melarang pada aspek musik yang ditekuni akan tetapi ada persoalan kode etik yang sudah dilanggar. 

"Beliau mengajar baik, cuman namanya guru tidak hanya punya kompetensi saja tapi ada nilai-nilai yang kalau melanggar aturan harus dipatuhi dengan segala konsekuensinya dan beliau sudah menyadari itu," katanya. 

Pihak sekolah juga merasa kaget dengan peristiwa viral tersebut.

Dan pihak sekolah sudah memberikan keterangan dan surat pengalaman mengajar kepada yang bersangkutan. 

"Kita sudah buatkan keterangan pernah mengajar cuma belum diambil. 

Apabila diperlukan di dunia pendidikan nantinya," ungkapnya. 

Sebelumnya sempat diberitakan lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang memiliki lirik sindiran keras kepada Polisi di Indonesia menuai kontroversi. 

Band Sukatani telah menyampaikan permintaan maaf lewat akun Instagram @sukatani.band, kepada institusi Polri.

Setelah permintaan maaf dipublikasikan, terdengar kabar baru tentang pemecatan Novi yang menjadi perbincangan hangat di dunia musik Indonesia.

Pentolan band punk new wave Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi (gitaris) dan Novi Citra Indriyanti (vokalis) bahkan dikabarkan sempat menghilang' di Banyuwangi, Jawa Timur, setelah mengunggah video permohonan maaf kepada Kapolri.

Kabar ini membuat netizen ramai menggunakan tagar #KamiBersamaSukatani di media sosial.

Local Heroes

Aksi dukungan terhadap grup band asal Purbalingga itu tidak hanya dilakukan secara online saja, tetapi juga dilakukan secara offline.

Salah satunya ialah yang akan dilaksanakan di Alun-alun Purbalingga hari ini, Sabtu (22/02/2025).

Sidiq Adi salah satu peserta aksi dari Kamisan Purwokerto pada Sabtu (22/02/2025) menyampaikan aksi ini merupakan salah satu gerakan kolektif yang diinisiasi oleh banyak individu yang peduli dengan kebebasan berekspresi, dan semangat dukungan dari masyarakat atau penggemar Sukatani

Selain itu ia juga menambahkan tujuan dari adanya aksi ini adalah untuk memperjuangkan setiap hak masyarakat atau hak Sukatani sendiri.

Mereka sebagai seniman berhak untuk berkarya dan karyanya dapat dinikmati semua orang. Kemudian Sukatani merupakan salah satu ikonnya Purbalingga dan harus dibanggakan, terlebih karya mereka selalu mewakili suara-suara masyarakat. 

“Ketika orang yang memperjuangkan atau mewakili suara-suara kita dibungkam siapa lagi yang akan berjuang selain kita. Sukatani berjuang mewakili lagu-lagunya ketika mereka dilarang giliran kita yang berjuang mewakili Sukatani yang saat ini dilarang atau diintimidasi melalui aksi solidaritas ini,” ungkap Sidiq. 

Sidiq juga menyebut bahwa aksi ini terbuka luas untuk semua lapisan masyarakat. 

“Aksi ini terbuka luas untuk semua lapisan masyarakat, khususnya yang peduli dan selalu memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi mereka yang tertindas atau direpresi oleh aparat atau pihak tertentu seperti Sukatani yang harus menghapus dan membuka identitas mereka,” ujar Sidiq. 

Perlu diketahui selama ini grup band duo itu memang tidak pernah mengungkap identitas mereka, karena setiap kali mereka manggung mereka selalu menggunakan penutup wajah.

Menurut Sidiq acara ini banyak sekali mendapatkan dukungan, hal ini terbukti dari banyaknya pesan yang masuk dari berbagai lapisan masyarakat yang ingin hadir dan terlibat dalam aksi ini. 

“Sejauh ini banyak sekali pesan yang masuk dari kalangan seniman, ibu-ibu, pekerja, anak muda atau pelajar, supporter bola, para pegiat seni musik, lukis dan lainnya. Mereka ingin ikut dan hadir di acara ini,” ujar Sidiq. 

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa Sukatani merupakan salah satu local heroes nya Purbalingga dan harus diperjuangkan, karena karya seni tidak bisa di bredel apalagi sampai dilarang.

Acara yang akan dilaksanakan hari Sabtu (22/02/2025) ini akan berlangsung di Alun-alun Purbalingga dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu menyanyikan bersama lagu Bayar Bayar Bayar, berbagi sayur hasil petani lokal, mimbar bebas, dan perform sukarela dari lokal band. 

“Menyanyikan lagu Bayar Bayar Bayar merupakan bentuk penegasan kalau lagu itu sebagai bentuk kritik yang harus disambut baik bukan malah dilarang. Untuk mimbar bebas adalah ruang berekspresi bagi siapapun nanti, baik musik, puisi, orasi dan lain-lain,” kata Sidiq. 

Sementara untuk acara berbagi sayur hasil petani lokal menurut Sidiq merupakan salah satu kebiasaan dari grup band Sukatani, yang mana disetiap perform mereka, mereka selalu membagikan hasil panen dari petani lokal. 

“Selain untuk memperjuangkan para petani, ini juga sebagai bentuk bakti untuk membantu sesama. Sasaran untuk acara ini nantinya adalah kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi atau melintas di alun-alun,” kata Sidiq. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved