Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2025

Harga Acuan Pangan di Jateng Naik, Beras Capai Rp 13 Ribu per Kilogram

Harga acuan pangan (HAP) di Jateng mengalami peningkatan di bulan Ramadan. Lonjakan harga tersebut terutama terjadi pada beras

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Budi Susanto
BERBELANJA - Masyarakat berbelanja kebutuhan pokok di pusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu. Beras, minyak goreng, gula hingga telur jadi komoditi yang acapkali diburu saat Ramadhan. (TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga acuan pangan (HAP) di Jateng mengalami peningkatan di bulan Ramadan.

Lonjakan harga tersebut terutama terjadi pada beras, bawang putih, dan minyak goreng akibat tingginya permintaan masyarakat serta belum dimulainya panen raya.

Meski demikian Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari, menjelaskan, pasokan pangan masih aman, tetapi kenaikan permintaan menjadi faktor utama naiknya harga di pasaran.

“Kalau pasokan beras cukup, ya, cuma karena belum panen raya dan kebutuhan meningkat, agak sedikit terjadi kenaikan harga,” ujar Dyah, Senin (3/3/2025).

Sebelumnya, HAP beras berada di angka Rp 12,5 ribu per kilogram. Namun, angka tersebut merangkak naik menjadi Rp 13 ribu per kilogram.

“Dari HAP Rp12,5 ribu, naik jadi rata-rata Rp13 ribu. Memang ada kenaikan demand bahkan sebelum Ramadan, untuk itu akan ada program  yang diluncurkan,” jelasnya.

Tak hanya beras, harga bawang putih juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sehingga pemerintah memasukkannya ke dalam daftar komoditas yang mendapatkan subsidi harga. 

Saat ini, harga bawang putih di pasaran mencapai Rp 36 ribu per kilogram, naik dari Rp 32 ribu per kilogram.

“Bawang putih harganya memang tinggi, termasuk yang diintervensi dari Menko Pangan, kami intervensi dengan program subsidi harga,” ungkapnya.

Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami perubahan dan menjadi bagian dari program intervensi pemerintah. 

Minyak goreng bersubsidi saat ini dijual dengan harga Rp 14,5 ribu per liter, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 17 ribu per liter. 

Sementara itu, harga Minyakita mengalami kenaikan, dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 15,7 ribu menjadi Rp 16,8-17 ribu per liter.

Untuk menekan lonjakan harga pangan di pasaran, Dishanpan Jateng berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) guna mengevaluasi daerah-daerah yang akan mendapatkan intervensi harga.

“Kami akan intervensi dengan program subsidi di daerah yang naiknya cukup tinggi, kami selektif, tidak semua daerah di Jateng diintervensi.

Kalau sekarang, Kota Surakarta, Kendal, dan Kota Semarang yang mendapat subsidi harga karena demand-nya tinggi,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved