Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Pemkab Batang dan 100 Petani Gelar Gropyokan Tikus Masif, 150 Hektare Sawah Digarap

Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang terus berupayamenangani serangan tikus yang telah menghantui 150 hektare sawah selama dua tahun ter

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
dok Dispaperta Batang
AKSI GOPYOKAN - Petani dibantu anggota TNI melakukan aksi gropyokan tikus di 150 hektar sawah yang berlokasi di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis beberapa waktu.Gropyokan ini tidak sekadar menangkap tikus, tetapi juga diiringi dengan bantuan rodentisida serta pembangunan rumah burung hantu sebagai predator alami. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang terus berupayamenangani serangan tikus yang telah menghantui 150 hektare sawah selama dua tahun terakhir.

Upaya masif ini diawali dengan istighosah, sebuah ritual doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Kementerian Pertanian mulai pukul 06.00 pagi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi menjelaskan bahwa kegiatan istighosah ini mencakup pembacaan 300 Ayat Kursi sebelum gropyokan tikus dilakukan.

"Kegiatan ini bersifat ritual, kami membaca 300 Ayat Kursi bersama sebelum memulai pembasmian tikus secara masif," tuturnya 

Sebanyak 100 petani dari desa tersebut gotong royong melakukan aksi gropyokan ini.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Rini Diana Anggriani, menambahkan aksi gropyokan itu, tikus yang berhasil ditangkap mencapai sekeranjang penuh. 

Petani dibuat ngeri melihat banyaknya hama yang selama ini menggerogoti padi mereka. 

Gropyokan ini tidak sekadar menangkap tikus, tetapi juga diiringi dengan bantuan rodentisida serta pembangunan rumah burung hantu sebagai predator alami.

Kementerian Pertanian turut memberikan perhatian serius.

Saat menghadiri gropyokan, mereka langsung mendata kebutuhan mendesak petani. 

Salah satunya adalah perbaikan saluran irigasi yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

“Tindak lanjutnya sedang dalam proses. Kementerian sudah meminta pencermatan lebih lanjut terhadap irigasi di kawasan ini,” tambah Rini.

Metode gropyokan yang digunakan cukup unik, tikus-tikus diburu dengan cara memasukkan obat berbentuk mercon ke dalam lubang aktif mereka. 

Asap yang keluar dari lubang lain menjadi penanda lokasi sarang hama ini. 

Setelah itu, lubang digali dan tikus yang mati dievakuasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved