Perahu Karet Evakuasi Terbalik di Tebet, Balita 2 Tahun Tewas Terhanyut
Tragedi banjir di Tebet, Jakarta Selatan, seorang balita hanyut setelah perahu karet evakuasi terbalik akibat arus deras.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebuah peristiwa tragis terjadi saat tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di Tebet, Jakarta Selatan.
Perahu karet yang digunakan untuk penyelamatan mendadak terbalik akibat derasnya arus, menyebabkan seorang balita berusia dua tahun hanyut dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Video detik-detik kejadian itu dibagikan oleh akun Facebook Ryky Saputra pada 4 Maret 2025.
Rekaman menunjukkan perahu karet biru melaju di gang permukiman yang digenangi banjir setinggi genting rumah.
Derasnya arus membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga terbalik.
Tim penyelamat yang mengenakan jaket pelampung tampak kesulitan menggapai perahu akibat derasnya arus.
Insiden ini mengakibatkan seorang bayi laki-laki berinisial A (2) jatuh ke air dan terseret arus.
Kapolsek Tebet Kompol Murodih mengungkapkan, pihaknya menerima laporan adanya anak yang hilang pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Kami menerima laporan bahwa seorang anak laki-laki hanyut saat evakuasi berlangsung di Kali Ciliwung,” ujarnya.
Evakuasi dilakukan oleh empat personel tim SAR yang berusaha menyelamatkan lima orang dari banjir di Jalan J, Gang Perintis, RT 010 RW 010, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet.
Namun, perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat arus deras, membuat sang balita terjatuh ke air.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa awalnya balita tersebut telah berhasil dievakuasi dari rumahnya ke dalam perahu.
“Namun dalam perjalanan menuju tempat aman, perahu terbalik akibat arus deras dari Gang Perintis,” jelasnya.
Dua anggota tim SAR sempat hanyut, namun mereka berhasil menyelamatkan diri.
Sayangnya, balita A tidak dapat ditemukan saat itu.
Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak banjir di Jakarta yang terus menjadi ancaman setiap musim hujan.
Warga diimbau untuk lebih waspada dan mengikuti arahan petugas saat proses evakuasi berlangsung.
| "Sepatu dan Seragam Anak Buat Sekolah Hilang Semua", Cerita Pilu Korban Banjir di Kalibanteng Kulon |
|
|---|
| Tanjakan Silayur Semarang Kini Bergelombang dan Penuh Lubang |
|
|---|
| Aspal dan Paving Block Kampung Sriyatno Kocar-kacir Diterjang Banjir |
|
|---|
| Detik-detik Banjir Menerjang Purwoyoso Ngaliyan, Tinggi 1 Meter Merusak Jalan Hingga Tanggul |
|
|---|
| Banjir Purwoyoso Ngaliyan Semarang Disebut Terparah dalam 10 Tahun Terakhir, 60 Jiwa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Evakuasi-Balita-di-Tebet-Berujung-Duka.jpg)