Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pedagang Pasar Boja Keluhkan Kondisi Pasar, Harapkan Perbaikan Segera

Pasar Boja di Kabupaten Kendal menjadi sorotan setelah para pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi pasar yang kian memprihatinkan

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Tribunjateng/Bud Susanto
SERAP ASPIRASI PEDAGANG - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berdialog dengan pedagang di Pasar Boja Kabupaten Kendal, Jumat (7/3/2025). Dalam dialog tersebut para pedagang meminta pasar tersebut dilakukan revitalisasi. (DOK PEMPROV JATENG) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Boja di Kabupaten Kendal menjadi sorotan setelah para pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi pasar yang kian memprihatinkan. 

Salah satu pedagang, Sumirah, mengungkapkan bahwa banyak bagian bangunan yang sudah rusak, terutama atap yang mulai berkarat dan berlubang.

"Kalau hujan, kios-kios sering tergenang air," ujar Sumirah dengan nada khawatir, Jumat (7/3/2025).

Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas jual beli. Pedagang kesulitan menjaga barang dagangan tetap kering, sementara pembeli pun merasa kurang nyaman berbelanja di tengah genangan air.

Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Perbaikan Jalan, Progres 88 Persen

Mendengar keluhan tersebut, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, yang mengunjungi Pasar Boja, langsung menegaskan pentingnya revitalisasi pasar untuk meningkatkan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli.

"Prinsipnya, pasar ini memang perlu direvitalisasi. Ini ada Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati, nanti kita dorong agar bisa masuk dalam anggaran perubahan," ujar Luthfi.

Pernyataan ini memberikan harapan bagi para pedagang yang selama ini berjuang menghadapi kondisi pasar yang kurang layak. 

Dengan perbaikan yang direncanakan, mereka berharap bisa berjualan lebih nyaman dan aman.

Menanggapi permintaan ini, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memastikan bahwa pihaknya siap mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Pasar Boja.

"Insya Allah, dalam anggaran perubahan nanti, bisa kita anggarkan untuk revitalisasi Pasar Boja. Targetnya, tahun ini perbaikan bisa mulai dilakukan," kata Dyah.

Ia memperkirakan bahwa revitalisasi pasar ini akan membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar. 

Anggaran tersebut akan difokuskan pada perbaikan atap serta sistem drainase agar para pedagang tidak lagi mengalami kendala saat musim hujan.

Sebagai salah satu pasar utama di Kendal, Pasar Boja memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. 

Dengan kapasitas menampung lebih dari 1.100 pedagang, perputaran ekonomi di pasar ini mencapai sekitar Rp 22,93 miliar per bulan atau Rp 275,26 miliar per tahun. 

Namun, dengan kondisi bangunan yang semakin tua, perbaikan menjadi kebutuhan mendesak agar pasar ini tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman dan representatif.

Selain meninjau kondisi pasar, Gubernur Luthfi juga memantau harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H. 

Dari hasil pengecekan, harga-harga masih relatif stabil, memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat menjelang momen penting tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved