Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Waspada! Warga Gubug Mulai Mengungsi, Kedungjati Sudah Terendam Banjir

Warga Desa Baturagung mengungsi akibat kenaikan debit Sungai Tuntang, sementara banjir melanda Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Sabtu (8/3/2025) malam

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNJATENG.COM/ FAHRI
DEBIT AIR MENINGGI: Debit air Sungai Tuntang di Bendungan Glapan meninggi. Warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan mengungsi mendengar kabar debit air Sungai Tuntang yang terus meningkat, Sabtu (8/3/2025) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, mulai mengungsi setelah mendengar kabar debit air Sungai Tuntang terus meningkat, Sabtu (8/3/2025) malam.

Pemerintah desa telah meminta warga mengevakuasi barang berharga seperti mobil, motor, dan harta benda lainnya.

Hal ini menyusul hujan lebat yang mengguyur kawasan Salatiga dan menyebabkan Sungai Tuntang meluap.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Baturagung, Sudarmanto, mengungkapkan bahwa warga kini dalam kondisi siaga.

Trauma banjir yang pernah melanda Desa Baturagung pada Januari lalu membuat mereka waspada lebih dini.

"Saat ini warga sudah mengungsi. Pemerintah desa sudah menyiarkan imbauan melalui pengeras suara. Barang berharga seperti mobil, motor, dan lainnya telah diamankan," kata Sudarmanto kepada Tribun Jateng.

Saat ini, warga juga tengah memantau kondisi tanggul Sungai Tuntang yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir Januari lalu.

"Saya akan ke lokasi tanggul bersama warga untuk memastikan keadaan," ujarnya.

Ia berharap air tidak meluap lebih jauh dan warganya terhindar dari banjir.

Sementara itu, banjir sudah melanda sejumlah desa di Kecamatan Kedungjati, Grobogan, pada Sabtu (8/3/2025) malam.

Hujan deras di Salatiga sejak sore menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat.

Air mulai meluber dan membanjiri pemukiman warga sekitar pukul 20.30 WIB, atau setelah Salat Tarawih.

Perangkat Desa Klitikan, Musyafa Jamaluddin, menjelaskan bahwa banjir di wilayahnya sudah mencapai ketinggian di atas mata kaki hingga paha orang dewasa.

"Air mulai masuk sekitar pukul 20.30 WIB setelah Tarawih," kata Jamal kepada Tribun Jateng.

"Kedalaman banjir di beberapa wilayah berbeda. Di dusun saya, air mencapai atas mata kaki," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved