Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Desa Bicak Sukses Budidaya Alpukat, Bupati Blora Arief Rohman : Semoga Menginspirasi Desa Lain

Program inovasi Pemkab Blora, Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara yang disingkat 'Gerbang Blora' mulai memperlihatkan hasilnya di Desa Bicak

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
Dok. Pemkab Blora
BUDIDAYA ALPUKAT - Bupati Blora Arief Rohman saat berkunjung ke Desa Bicak, Kamis (6/3/2025). Desa Bicak sukses budidaya alpukat. (Dok. Pemkab Blora) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA -  Program inovasi Pemkab Blora, Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara yang disingkat 'Gerbang Blora' mulai memperlihatkan hasilnya di Desa Bicak, Kecamatan Todanan. 

Desa yang warganya sejak 2018 dibagikan bibit pohon alpukat itu, kini mulai panen perdana dan dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman.

Panen dilakukan Kamis siang (6/3/2025) oleh Bupati bersama Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4), dan jajaran Forkopimcam Todanan.

Buah yang berukuran cukup besar itu dipotong langsung oleh Bupati dengan menggunakan gunting khusus untuk memetik buah. Diikuti Kepala DP4 dan Kepala Desa Bicak. 

Adapun jenis Alpukat yang dipanen merupakan varietas aligator. Satu buahnya berat sekitar 1 kilogram lebih.

PANEN ALPUKAT - Warga Bicak Todanan tengah panen alpukat, Kamis (6/3/2025).(Dok. Warga Bicak).
PANEN ALPUKAT - Warga Bicak Todanan tengah panen alpukat, Kamis (6/3/2025).(Dok. Warga Bicak). (IST)

Kepala Desa Bicak, Winto menyampaikan bahwa saat ini di desanya terdapat 2.900 batang pohon alpukat dari berbagai jenis varietas.

"Dari 2.900 batang pohon itu. 350 pohon sudah produktif menghasilkan buah seperti yang dipanen saat ini. Kemudian 550 batang pohon masih umur 2 tahun belum berbuah, dan sisanya 2.000 pohon masih usia 1 tahun juga belum berbuah. Jenisnya varietas Aligator 60 persen, Mentega 20 persen dan Kendil 20 persen."

"Untuk yang dipanen Pak Bupati ini varietas Aligator. Rata rata setiap pohon menghasilkan 80 kg alpukat. Umur pohonnya 4 tahun mulai berbuah. Kami berharap bisa dibantu pemasaran dengan harga yang lebih tinggi lagi. Saat ini baru diharga Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Jika satu pohon rata rata berbuah 80-100 kilogram, bisa dapat uang sekitar Rp 1 juta dari 1 pohon," jelas Winto.

Pihaknya mengaku mulai melaksanakan program pembagian dan penanaman bibit pohon alpukat ini pada 2018 lalu dengan anggaran dari Dana Desa. Kemudian dibantu dari DP4 juga.

Salah satu petani alpukat, Pardi mengaku senang dan bersyukur bisa memiliki sekitar 20 pohon alpukat sehingga dapat menambah pendapatan selain mengandalkan garapan sawahnya.

"Dulu awal tanam dapat bibit dari penjual keliling, terus dibantu Pak Kades dan dinas. Sekarang punya sekitar 20 pohon yang sudah berbuah. Harganya kadang dibeli Rp 13 ribu, kadang kalau pas baik Rp 15 ribu. Dijual ke Todanan, atau ada pembeli yang datang (ditebas)," kata Pardi.

Melihat potensi ini, masyarakat pun semakin banyak yang tertarik untuk menanam pohon alpukat.

Bupati Arief Rohman pun menyambut baik adanya Desa Sentra Produksi Alpukat di Bicak ini. Menurutnya Pemkab siap untuk memberikan pendampingan agar pemasarannya semakin baik.

"Seperti Mbah Pardi warga yang punya 20 pohon, jika rata rata satu pohon buahnya menghasilkan uang Rp 1 juta, maka bisa dapat Rp 20 juta sekali panen. Padahal tanam alpukat hanya jadi sampingan sebagai tumbuhan pekarangan."

"Terobosan yang istimewa oleh Pemdes Bicak untuk membantu ekonomi warganya. Apalagi karakter tanah di Bicak ini merupakan tanah merah yang bagus untuk tanaman buah. Semoga bisa menginspirasi Desa Desa lain di Kecamatan Todanan," kata Arief.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved