Berita Nasional
Rakyat Kecewa! Gaji Direksi Pertamina Lebih Tinggi dari Presiden AS Donald Trump, Tapi Masih Korupsi
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Aimah Nurul Anam mengkritik PT Pertamina hingga membandingkan gaji direksi lebih tinggi daripada Presiden Amerika.
TRIBUNJATENG.COM - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Aimah Nurul Anam mengkritik habis-habisan PT Pertamina (Persero) Tbk, hingga membandingkan gaji direksi Pertamina lebih tinggi dibandingkan Presiden AS, Donald Trump.
Bahkan bila dibandingkan dengan gaji CEO perusahaan global seperti Google dan Coca Cola yang sudah tersebar hampir seluruh penjuru dunia, gaji direksi Pertamina itu pun sudah setara.
Namun kenyataannya, dengan gaji sebesar itu mereka masih mengkhianati kepercayaan rakyat dengan melakukan korupsi secara berjamaah.
Baca juga: Petinggi Pertamina Ternyata Punya Grup WA "Orang-orang Senang", Para Tersangka Bahas BBM Oplosan?
Kritik keras Mufti itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).
Mulanya, Mufti kecewa karena dalam rapat tersebut, jajaran Pertamina tidak membeberkan update terkait kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023 yang ditaksir merugikan negara hampir 1 kuadriliun rupiah.
"Pada RDP kali ini, jujur saja kami sedikit kecewa, kami tunggu-tunggu dari paparan ter-update soal (kasus) Pertamax oplosan, tapi tidak ada sebait kata pun yang menjelaskan soal itu dalam kesempatan pagi ini," katanya dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Selanjutnya, Mufti membeberkan bobroknya perusahaan pelat merah tersebut.
Pertama, ia menyebut adanya rencana dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia untuk membangun kilang minyak baru dengan pembiayaan dari super holding, Danantara sebesar Rp 500 triliun.
Padahal, kata Mufti, pembangunan tersebut sudah dijanjikan oleh mantan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, akan rampung pada tahun 2019 silam.
"Lah, jadi selama ini Pertamina tidak punya kilang baru? Padahal ketika tahun 2019, kita duduk di sini, ketika di tempat duduk Bapak ada namanya Bu Nicke, menyampaikan, RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan maksimal tahun itu (2019) akan selesai, ternyata baru tahun 2025 tidak tuntas juga," tegasnya.
Dengan hal tersebut, Mufti menganggap Pertamina justru menjadi mafia migas itu sendiri karena seakan selalu menunda pembangunan kilang minyak baru dan selalu melakukan impor minyak.
Selanjutnya, Mufti mengungkapkan bobroknya Pertamina dapat dilihat terkait adanya temuan bahwa kandungan sulfur pada jenis BBM RON 92 atau Pertamax setara dengan RON 90 atau Pertalite.
Dia mengatakan hal tersebut melanggar ketentuan aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
"Kandungan sulfur Pertamax ternyata sama dengan Pertalite yang 500 ppm. Bayangkan, standar Euro4 saja RON 92 kandungan sulfurnya seharusnya 50 ppm. Belum lagi, kalau lihat tetangga kita, Shell hanya 10 ppm," ujarnya.
Namun, Mufti mengatakan bobroknya Pertamina tersebut tidak sebanding dengan tingginya gaji petinggi-petingginya.
| Cerita Vasco Wagub Sumbar Kecelakaan di Solok, Polisi Tahunya dari Video Medsos |
|
|---|
| Jemaah Haji Tegal Bawa Cobek di Koper, Petugas juga Temukan Tempe Orek 5 Kg dan Rokok 100 Slop |
|
|---|
| Ternyata Ini Syarat Agar Harga BBM Subsidi dan Elpiji Tidak Naik, Bahlil: Enggak Gampang |
|
|---|
| Viral Dua ASN Kementerian PU, Satu Diduga Terlibat Suap dan Satu Lagi Hina Program Pemerintah |
|
|---|
| Dody Murka ASN PU Flexing dan Diduga Terima Suap: Jangan Sok-Sokan Kalau Jadi Pelayan Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-VI-DPR-RI-Mufti-Anam-mengkritik-PT-Pertamina.jpg)