Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

War Digital Berbuah Manis: Penukaran Uang Lancar Tanpa Kecurangan di Batang

Penukaran uang di Mobil kas keliling dari BI Tegal terlihat tidak ada antrean yang berarti di Masjid Tazakka Bandar, Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
PENUKARAN UANG BARU - Warga saat menukarkan uang Mobil Kas keliling BI di Masjid Tazakka Bandar, Rabu (12/3/2025).Mengadopsi sistem pendaftaran berbasis digital, layanan penukaran kali ini berjalan lebih tertib tanpa antrean panjang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Tak seperti tahun tahun sebelumnya yang selalu dengan antrean panjang, penukaran uang di Mobil kas keliling dari BI Tegal terlihat tidak ada antrean yang berarti.

Mengadopsi sistem pendaftaran berbasis digital, layanan penukaran kali ini berjalan lebih tertib tanpa antrean panjang.

Sistem ini juga menjadi solusi ampuh memecah kerumunan, memberikan pengalaman yang jauh lebih efisien bagi masyarakat. 

Baca juga: Jelang Lebaran, Masyarakat Kota Pekalongan Serbu Mobil Kas Keliling untuk Tukar Uang Baru

Salah satu titiknya adalah di Masjid Tazakka Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

"Sangat antusias sekali masyarakat untuk menukarkan uang di layanan kas keliling Bank Indonesia, terutama di eks Keresidenan Pekalongan," ujar Plt. Kepala Unit Data, Statistik,dan Kehumasan KPw BI Tegal Iwan Yunanto, Rabu (12/3/2025).

Sekitar Rp 1,2 miliar uang baru ditukarkan oleh masyarakat, sesuai dengan jumlah 300 paket penukaran.

"Setiap titip ada 300 paket, dan selalu terpenuhi 100 persen dari kuota yang disediakan," ujarnya.

BI sendiri membuka layanan penukaran dengan sistem pendaftaran digital. 

Sehingga masyarakat yang belum mendaftar tidak ikut memadati layanan penukaran. 

Namun demikian, masyarakat dari berbagai daerah terlihat datang di Kecamatan Bandar, seperti Weleri, Kendal dan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. 

"Alhamdulillah untuk saat ini, masyarakat terbantu dengan konsep seperti ini. Karena sudah tidak perlu berjubel lagi, masyarakat adil mendapatkan penukaran, dan tidak ada penumpukan terkait siapa yang punya modal banyak," imbuhnya.

Selain itu, kecurangan dari warga juga bisa dicegah dengan cara tersebut. 

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, beberapa orang yang masih satu rombongan diketahui memalsukan dokumen.

Mereka diketahui telah menukarkan uang di tempat lain.

Sistem digital ini pun disambut positif warga Batang, satu diantaranya Sinta (28).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved