Berita Jateng
Daihatsu Pacu Penjualan di Jateng Jelang Momen Lebaran
Jelang mudik Lebaran, menjadi momentum pelaku bisnis otomotif untuk meningkatkan penjualan. Hal itu seiring dengan tren tingginya
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang mudik Lebaran, menjadi momentum pelaku bisnis otomotif untuk meningkatkan penjualan. Hal itu seiring dengan tren tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan untuk menunjang mobilitas selama Lebaran.
Kepala Wilayah Astra Daihatsu Jateng, Diy, Bali & Nusa Tenggara Budhy Lau menjelaskan, di momen ini permintaan pasar biasanya melonjak dan bahkan menjadi peak moment setiap tahun.
"Ini memang menjadi culture di Indonesia, termasuk di Jawa, momen lebaran (identik dengan) orang mudik dan sudah terjadi bertahun-tahun.
Momen peak market itu biasanya ada di H-1 Lebaran atau satu bulan, dan itu adalah bulan ini," kata Budhy di Semarang, Rabu (12/3/2025).
Budhy melanjutkan, penjualan unit mobil Daihatsu di wilayah tersebut saat ini sudah mulai menunjukkan kenaikan, meski belum mencapai puncak yang diharapkan. Ia menyebut, saat ini baru terjadi kenaikan tipis sekitar 10 persen.
"Angka ini menurut saya masih low. Dan ini memang sudah jalan beberapa tahun. Tahun lalu, bertepatan dengan tahun politik wajar. Tahun ini, kami lihat market masih wait and see," jelasnya.
Budhy melanjutkan, untuk mendorong minat masyarakat membeli mobil Daihatsu, terutama di momen jelang Lebaran ini sejumlah strategi dilakukan. Di antaranya adalah menghadirkan program Daifit 2025 (Daihatsu Idul Fitri 2025).
Melalui program ini, sebutnya, Daihatsu menawarkan ragam promo, yang di antaranya, pelanggan berkesempatan untuk memenangkan undian berhadiah umroh untuk 9 orang pemenang beruntung.
"Kami optimistis, termasuk juga kami launching program Daifit. Dan bulan-bulan seterusnya banyak program kami berikan khusus kepada customer," jelasnya.
Sementara itu, Budhy melanjutkan, pihaknya juga optimistis tahun ini dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 27 persen dibanding tahun lalu.
Ia mengatakan, hal itu didukung dengan program pemerintah yang dapat membantu meningkatkan pasar otomotif.
"Walaupun ada isu pemangkasan (anggaran) dan lain sebagainya, namun tetap, karena ini sebenarnya switching dari budget yaang dihemat tetapi juga dipakai di tempat lainnya sehingga ini lebih efektif.
Kami yakin dengan produk kami karena Daihatsu fokus di segmen entry level, sehingga bagaimana pun dengan banyak program government juga bisa membuat market naik dan Daihatsu ikut naik," jelasnya.
Secara total, Budhy mencatat bahwa market memang mengalami penurunan tahun lalu, baik di segmen komersial maupun passenger.
Namun, dengan posisi market share Daihatsu di segmen komersial di Jateng yang mencapai 64 persen, mereka optimis bisa meningkat tahun ini.
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 5 April 2026: Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara, Aktivitas Vulkanik Meningkat |
|
|---|
| Jangan Berbagi Isi Piring! 7 Makanan Manusia yang Berbahaya bagi Kesehatan Kucing |
|
|---|
| Beda Siasat Pemda Jateng Adopsi WFH Tiap Jumat, Wali Kota Antisipasi ASN "Keenakan" Kerja di Rumah |
|
|---|
| Modus Pengusaha Licik Sulap Gas Elpiji 3Kg Jadi Non Subsidi di Karanganyar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ayla-Budhy-Lau.jpg)