Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Viral Jembatan Penyeberangan Termahal, Cuma Melintas 2 Menit Pulang-Pergi Bayar Rp 500 Ribu

Viral mahalnya sewa jembatan penyeberangan yang mematok tarif hingga Rp 500 ribu sekali melintas.

Editor: raka f pujangga
Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
TARIF MAHAL PENYEBERANGAN - Penampakan aktivitas penyeberangan di Sungai Sebakis, yang menghubungkan daerah Sebakis dan Pembeliangan di Kecamatan Sebuku, Nunukan, Kalimantan Utara. Pemilik usaha mengenakan biaya yang dikeluhkan masyarakat. Orang ditarif Rp 30.000. Sepeda motor Rp 50.000, mobil Rp 250.000. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral mahalnya sewa jembatan penyeberangan yang mematok tarif hingga Rp 250 ribu sekali melintas.

Bila pulang pergi harus melintas di jalan tersebut, maka setiap orang harus merogoh kocek Rp 500 ribu atau Rp 15 juta sebulan.

Padahal hanya waktu dua menit saja untuk melintas melewati jembatan penyeberangan tersebut.

Baca juga: Tersambar Bus saat Menyeberang Jalan, Pejalan Kaki Tewas di TKP Kecelakaan

DIketahui mahalnya biaya penyeberangan yang dikeluhkan warga itu terjadi di Sungai Sebakis Kecamatan Sebuku, Nunukan, Kalimantan Utara.

Di mana warga membayar Rp 500 ribu untuk menyeberang selama 2 menit.

Acho, seorang penjual sembako mengungkapkan keluhannya, Senin (10/3/2025).

“Lamanya sudah begini ini. Cobalah pemerintah pikirkan bagaimana menyediakan jembatan penyeberangan. Bukan juga jauh ini barang, sekitar 100 meter saja,” katanya, melansir dari Kompas.com.

Meski perjalanan hanya memakan waktu sekitar dua menit, biaya yang harus dikeluarkan sangat memberatkan.

“Paling bensinnya habis setengah gelas saja. Tapi bayarnya mahal sekali. Bolak balik saya bayar Rp 500.000,” imbuhnya.

Acho berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi ini, mengingat dalam sehari puluhan kendaraan melintasi jalur penyeberangan tersebut.

“Kalau ada jembatan, bisa jalan ekonomi masyarakat Sebakis. Mereka tidak terus terjebak di Sebakis, seperti sekarang,” tambahnya.

Sebakis sendiri merupakan sebuah pulau yang terpisah dari Nunukan Kota, dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit dan menjadi daerah transmigran.

Acho menyatakan bahwa aktivitas penyeberangan ini telah ada sejak ia mulai berdagang pada tahun 2011.

Ia juga mengirimkan beberapa video sebagai bukti, menunjukkan kapal-kapal kayu yang melayani penyeberangan orang dan kendaraan.

Kapal-kapal ini menunggu hingga beberapa orang sebelum berangkat ke seberang sungai, sementara untuk kendaraan, kapal kayu khusus disiapkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved