Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kisah Pilu Sunadi: Dari Pekerja Migran Jadi Pengemis, Tak Kapok Meski 5 Kali Kena Razia

Bolak balik masuk panti rehabilitasi sosial tak membuat Sunadi (48) pengemis di Ponorogo, Jawa Timur ini kapok.

Editor: raka f pujangga
KOMPAS.COM/SUKOCO
PENGEMIS - Sunadi, pengemis yang diamankan petugas Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo. Ia mengemis di perempatan lampu merah setelah kecelakan kerja yang membuat kakinya cacat lalu gagal dalam usaha persewaan motor dan ternak kambing. Sunadi memilih jadi pengemis meski pernah terjaring razia 5 kali. 

TRIBUNJATENG.COM, PONOROGO – Bolak balik masuk panti rehabilitasi sosial tak membuat Sunadi (48) pengemis di Ponorogo, Jawa Timur ini kapok.

Pengemis itu mengaku terpaksa karena tidak ada pilihan lain.

kakinya cacat akibat kecelakaan kerja yang dialaminya saat menjadi pekerja migran di Malaysia pada 2015.

Baca juga: Siasat Pengemis Pura-pura Mati Supaya Mendapat Banyak Sumbangan, Berakhir Tragis

Saat ditemui di Rumah Singgah Dinas Sosial Ponorogo pada Rabu (14/3/2025), Sunadi terlihat berjingkat.

Satu tangan menopang kaki kanannya yang mengalami pengecilan. 

Sunadi berangkat ke Kuala Lumpur pada tahun 2014 untuk bekerja sebagai tukang pasang keramik. 

Namun, setelah satu tahun, ia memilih kabur dan bekerja sebagai tukang cat borongan, meskipun statusnya menjadi TKI ilegal.

"Saat saya kerja di lantai 3 itu saya jatuh karena sabuk pengaman hanya saya pakai buat gaya saja," imbuhnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua kaki Sunadi mengalami pengecilan, dan ia mengalami mati rasa di kaki kanannya.

"Dulu selalu dikompres es batu karena rasanya panas sekali. Namun akhirnya harus kuat nahan sampai tidak lagi pakai es, biarin saja," katanya.

Selama masa pemulihan, Sunadi kehilangan kontak dengan keluarganya dan hanya bisa terbujur di ranjang.

"Saya sudah dianggap mati saat dipulangkan oleh Disnaker karena saya hanya terbujur kaku," ungkapnya.

Setelah pulih, Sunadi mencoba berbisnis dengan menyewakan sepeda motor, namun usaha tersebut bangkrut.

Lalu, ia beralih ke usaha ternak kambing.

"Perjanjiannya bagi hasil, tapi setiap bulan ada yang mati kalau beranak. Lama-lama modal saya malah habis," ceritanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved