Otomotif
Group Otomotif 1990 Safari Ramadan 7 Kota : Live Update Jalur Mudik dan Eratkan Silaturahmi
Komunitas pencinta mobil klasik, Group Otomotif 1990 melakukan perjalanan Safari Ramadan ke tujuh kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas pencinta mobil klasik, Group Otomotif 1990 melakukan perjalanan Safari Ramadan ke tujuh kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Salah satu kota tujuannya adalah Kota Semarang.
Mereka melakukan perjalan Safari Ramadan untuk untuk mempererat solidaritas antar pencinta mobil klasik.
Selain itu, mereka juga ingin membantu para pemudik dengan mengupdate kondisi jalur mudik melalui akun media sosialnya.
"Iya, kami dalam perjalanan Safari Ramadan melakukan live update jalur mudik untuk memberikan informasi kepada teman-teman otomotif terkait jalur mudik dari Jakarta sampai Yogyakarta," ujar Founder Group Otomotif 1990, Ivan Karniawan (41) saat ditemui di Kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Sabtu (15/3/2025).
Ivan bersama dua temannya yakni Indra Growong dan Rachmat memulai perjalanan Safari Ramadan dari Jakarta pada Sabtu, 8 Maret 2025.
Kota pertama yang menjadi tujuan adalah Cianjur. Selepas itu ke Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Semarang dan ditutup di Yogyakarta pada Minggu, 16 Maret 2025.
Selama perjalanan safari itu, mereka melintasi jalur selatan. Hasil pantauan, lanjut Ivan, kondisi jalan cukup bagus karena jarang ditemukan jalan berlubang dan garis marka cukup terlihat jelas.
"Kami lewat jalur selatan dari Jakarta Cianjur lewat puncak, Cianjur ke Bandung sampai Tasikmalaya lewat jalur selatan. Begitupun dari Tasikmalaya ke Purwokerto lalu berlanjut ke Wonosobo, Temanggung hingga Kota Semarang," ujar Ivan.
Mereka bertiga menggendarai dua mobil masing-masing Ford Ranger dengan camper trailer dan mobil Toyota Starlight "Kotak".
Mobil klasik 80an ini sengaja digunakan untuk memberikan contoh kepada para pencinta mobil klasik supaya berani menggunakan mobil klasiknya untuk perjalanan mudik.
"Kami ingin sugesti ke teman-teman yang punya mobil tua, retro, klasik, 90an, yang tidak percaya diri menggunakan mobilnya untuk mudik agar berani mengendarainya," tuturnya.
Kendati begitu, Ivan memberikan catatan agar mobil klasik yang hendak digunakan untuk mudik harus mobil yang sehat baik mesin dan komponen kaki-kaki mobilnya.
"Kami selama perjalanan dari Jakarta sejauh ini sampai Semarang mengendarai mobil klasik aman saja, tidak pernah mogok, hanya ada masalah minor saja seperti isi freon AC mobil dan pentil ban bocor," sambung Ivan.
Dia mengungkapkan, Safari Ramadan yang digagas komunitasnya terinspirasi dari acara televisi di tahun 90an dengan tajuk yang sama .
Perbedaannya acara di televisi tersebut mengulas soal masjid-masjid khas di setiap daerah sedangkan komunitasnya berupa dunia otomotif.
Setiap pertemuan, antar komunitas saling berbagi informasi soal otomotif mobil klasik di antaranya berkaitan dengan suku cadang yang memang sudah terhitung langka.
| Garasi.id Ingatkan Pemilik Mobil Bekas, Wajib Servis Menyeluruh Sebelum Dipakai Mudik |
|
|---|
| Infrastruktur Pengisian Daya Sudah Semakin Banyak, Peminat Mobil Listrik di Kota Semarang Meningkat |
|
|---|
| Penjualan Mobil Nasional Turun 6 Persen, Jawa Tengah 32 Persen, Opsen Jadi Penyebabnya |
|
|---|
| SUV Terbaru Wuling Eksion Mejeng di DP Mall, SUV 7-Seater dengan Panoramic Sunroof |
|
|---|
| Spesifikasi Chery C5 CSH, Tembus 1000 KM Dalam Sekali Full Tank BBM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PENCINTA-MOBIL-KLASIK-Komunitas-pencinta-mobil-klasik.jpg)