Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Blora

Peringatan 118 Tahun Perjuangan Samin Surosentiko Digelar di Blora, Refleksi Menjaga Alam

Peringatan 118 tahun perjuangan Samin Surosentiko digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surosentiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rival al manaf
(Dok. Pemkab Blora)
SAMIN SUROSENTIKO - Lamporan menjadi salah satu rangkaian peringatan 118 tahun perjuangan Samin Surosentiko di Randublatung, Blora, Sabtu (15/3/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA -  Peringatan 118 tahun perjuangan Samin Surosentiko digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surosentiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Sabtu (15/3/2025).

Peringatan 118 tahun perjuangan Samin Surosentiko kali ini  menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan Samin dalam mempertahankan hak serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan Negeske Tutur e Mbah Samin Surondiko, dilanjutkan dengan Kidungan lan Lesungan, serta berbuka puasa bersama. 

Baca juga: Sambut Arus Mudik, Dinrumkimhub dan Satlantas Blora Mulai Lakukan Rampcheck Kendaraan di Terminal

Pada malam harinya, digelar Lamporan atau pawai obor dari SDN 1 Kediren menuju Pendopo Pengayoman. 

Acara puncak diisi dengan pementasan wayang yang mengisahkan perjuangan Samin Surosentiko saat diasingkan ke Sawahlunto, Sumatera Barat, dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Salah seorang sesepuh Samin asal Pati, Gunretno,  menyampaikan peringatan ini bertujuan untuk meneruskan nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan oleh Mbah Samin Surosentiko kepada generasi penerus. 

Dalam pangkur yang ia bacakan sebelum pawai obor, ia menyoroti eksploitasi alam yang semakin masif demi kepentingan segelintir pihak.

"Bumi Lemah Pangesthian kita nduwe hak podho lan ngenciki. Mulo yen kaponthok iku nyahak hak e wong liyo. Opo meneh nguasai nggo golek untung, cetho kudu disirnakno," katanya.

Pesan ini menegaskan bahwa tanah adalah hak bersama dan tidak boleh dikuasai demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Dalam kegiatan itu, dihadiri oleh Bupati Blora, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Kementerian Kebudayaan, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, anak dari Pramoedya Ananta Toer, Astuti Ananta Toer, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Blora, serta para tokoh Samin dari berbagai daerah, seperti Pati, Kudus, Madiun, Bojonegoro, dan Grobogan.(Iqs)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved