Blora
Kumpulkan Pengelola SPPG di Blora, Wabup Sri Setyorini Minta SPPG Tingkatkan Kualitas Menu MBG
Pemerintah Kabupaten Blora menggelar sosialisasi sejumlah regulasi terbaru terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora menggelar sosialisasi sejumlah regulasi terbaru terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (10/3/2026).
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pelaksana program terhadap aturan terbaru sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MBG di daerah.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edi Widayat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, Ketua Satgas Kecamatan se-Kabupaten Blora, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0721/Blora, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, seluruh yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Blora, serta seluruh Kepala SPPG di wilayah Kabupaten Blora.
Baca juga: Dinas Pariwisata Jateng Dukung Program “Mudik ke Jakarta”, Perkuat Sinergi Pariwisata
Baca juga: Foto-foto Mulusnya Jalan Tol Bawen - Ambarawa, Siap Digunakan untuk Mudik Lebaran 2026
Wakil Bupati Sri Setyorini menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru yang mengatur penyelenggaraan program MBG.
Ia juga menyoroti sejumlah aduan masyarakat yang perlu segera ditindaklanjuti oleh para pengelola SPPG.
“SPPG harus memahami bagaimana regulasi terbaru terkait program MBG dari Presiden Prabowo. SPPG juga harus segera memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Jika belum memahami, bisa bertanya dan mencontoh ke SPPG yang sudah memiliki IPAL,” ujar Sri Setyorini.
Menurutnya, program MBG merupakan langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, seluruh pelaksana di lapangan diminta memperhatikan kualitas menu dan kelayakan penyajian makanan.
“Program MBG ini sangat baik untuk pemenuhan gizi anak-anak. Saya memahami seluruh tim sudah bekerja keras mulai dari memasak, menyajikan hingga menyiapkan makanan."
"Namun kualitas menu dan kelayakan hidangan juga harus diperhatikan. Contohlah SPPG yang penyajiannya sudah baik dan usahakan memberdayakan produk lokal di sekitarnya,” katanya.
Ia juga meminta agar berbagai keluhan masyarakat terkait menu MBG tidak lagi terjadi.
Menurutnya, aspek kebersihan dan higienitas sudah menunjukkan perbaikan, namun kualitas sajian tetap perlu ditingkatkan.
“Jangan sampai ada lagi komplain dan aduan dari masyarakat terkait menu MBG. Saya mengapresiasi kebersihan dan higienitas yang sudah baik, tidak ada lagi laporan terkait temuan ulat."
"Namun masih ada komplain mengenai kelayakan sajian menu MBG, sehingga perlu segera diperbaiki agar program ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
| Tak Tahu Ada Kabel Terkelupas, Membersihkan Kolam Berujung Maut di Blora |
|
|---|
| Sebanyak 55 Truk KDKMP Resmi Diserahkan, Bupati Arief: Semoga Bisa Gerakkan Ekonomi Desa di Blora |
|
|---|
| Bupati Arief Rohman Kenang Jamaah Haji Blora yang Meninggal : Masih Kerabat Saya |
|
|---|
| Satgas Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan, SPPG Desa Sukorejo 2 Blora Terancam Ditutup Sementara |
|
|---|
| Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Samping Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260310_SOSIALISASI-Suasana-sosialisasi-regulasi-terbaru.jpg)