Jawa Tengah
Neraca Perdagangan Jawa Tengah Februari 2025 Defisit 172,47 Juta US Dollar
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mecatat, nilai neraca perdagangan total Jawa Tengah pada Februari 2025.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mecatat, nilai neraca perdagangan total Jawa Tengah pada Februari 2025 mengalami defisit sebesar US$172,47 juta, dipicu oleh defisit pada sektor migas. Sedangkan untuk sektor nonmigas mengalami surplus.
Sementara sektor migas, mengalami defisit sebesar US$535,72 juta. Namun sebaliknya sektor nonmigas mengalami surplus sebesar US$ 363,25 juta.
"Bulan Februari 2025, Jawa Tengah masih mengalami defisit US$172,47 juta karena impor kita yang sebesar US$1.189,45 juta masih lebih besar dari ekspor kita yang hanya mencapai US$1.016,98 juta, sehingga kita mengalami defisit US$172,47 juta," kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah, Arjuliwondo pada pemaparan secara daring, Senin (17/3/2025).
Disebutkan, tiga komoditas penyumbang surplus tertinggi di Jawa Tengah pada Februari 2025 adalah pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) (HS 62); pakaian dan aksesorisnya (rajutan) (HS 61); dan alas kaki (HS 64).
Sedangkan negara penyumbang surplus, tiga terbesarnya adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda.
"Neraca perdagangan kita dengan negara Paman Sam adalah US$349,80 juta, cukup bagus sampai Februari ini.
Penyumbang surplus terbesarnya adalah pakaian dan aksesoris (bukan rajutan) dengan total nilai US$124,84 juta; lalu pakaian dan aksesorisnya (rajutan) sebesar US$84,67 juta; dan diikuti barang dari kulit samak (HS 42) US$52,77 juta," jelasnya.
Negara penyumbang surplus berikutnya adalah Jepang sebesar US$ 71,22 juta. Surplus tersebut ditopang komoditas mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) sebesar US$20,59 juta; pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) US$17,07 juta; dan pakaian dan aksesorisnya (rajutan) sebesar US$13,59 juta.
Adapun dengan Belanda, surplus ditopang alas kaki (HS 64) sebesar US$7,06 juta; perabotan, lampu, dan alat penerangan (HS 94) senilai US$5,16 juta; dan pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) senilai US$4,42 juta.
Di sisi lain, penyumbang defisit terbesar adalah Tiongkok, Saudi Arabia, dan Nigeria.
Tiongkok menjadi penyumbang defisit terbesar dengan nilai US$301,68 juta, didominasi oleh mesin, mekanik, dan bagaiannya (HS 84) senilai US$94,19 juta; mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) senilai US$50,88 juta; dan kendaraan dan bagiannya (HS 87) senilai US$18,91 juta.
Kemudian dengan Saudi Arabia, defisit sebesar US$140,03 juta. Defisit ini terutama disumbang bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$143,72 juta; plastik (HS 39) senilai US$2,18 juta; serta ampas dan sisa industri makanan (HS 23).
Adapun dengan Nigeria defisit senilai US$120,48 juta. Penyumbang defisit terbesarnya adalah bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$120,72 juta.
Sementara itu, dia menambahkan, neraca perdagangan nonmigas Jawa Tengah sejak Januari 2023 sampai Februari 2025 tercatat surplus.
"Februari 2025, ekspor (nonmigas) kita sudah mencapai US$982,44 juta, sementara impor nonmigas Jateng hanya US$619,19 juta, sehingga kita Februari ini masih mengalami surplus perdagangan nonmigas US$363,25 juta," ungkapnya.
Sementara itu, secara kumulatif (Januari - Februari 2025), neraca perdagangan Jawa Tengah mengalami defisit sebesar US$88,62 juta.
Defisit Februari 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun 2024. (idy)
| REI Jateng: Pasar Perumahan Terbagi Dua Segmen, Permintaan Kelas Menengah Masih Kuat |
|
|---|
| DPRD Jateng Bahas 12 Agenda Strategis Bareng Pemprov Jateng, Salah Satunya Pajak dan Retribusi |
|
|---|
| DPD RI Serap Usulan Prioritas Prolegnas 2027 di Jateng, Akademisi Sarankan Usulan RUU Harus Mengena |
|
|---|
| Situasi Geopolitik Berdampak ke Domestik, GP Ansor Jateng Dorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| Kesejahteraan Guru Belum Merata, PGRI Jateng Minta Penataan Serius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Kapal-kargo-melintas-di-perairan-Semarang-beberapa-waktu-lalu.jpg)