Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Ditemukan Warga Saat Memancing, Identitas Mayat yang Mengapung di Bengawan Solo di Blora Terungkap

Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
IST
PROSES EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah warga Madiun yang mengapung di Bengawan Solo, tepatnya di Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Senin (17/3/2025).(Dok. BPBD Blora) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Senin (17/3/2025) siang, terungkap.


Kapolsek Kradenan, Iptu Umbaran Wibowo, menjelaskan, kronologi penemuan mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang memancing di Sungai Bengawan Solo. 


Selanjutnya, warga melaporkannya ke Polsek Kradenan.


"Setelah dilaporkan kami bersama anggota langsung datang ke lokasi. Tetapi karena arus sungai agak deras dan posisi agak ke tengah kami minta bantuan BPBD untuk dievakuasi dan dibawa ke RSUD Blora untuk diketahui identitasnya, karena saat ditemukan awal mayat posisi tengkurap tanpa busana," jelasnya.


Lebih lanjut, setelah jenazah korban berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke RSUD Blora.


Kemudian dari tim Inafis Polres Blora melakukan identifikasi visum untuk mengetahui identitas korban. 


Hasilnya, korban atas nama Wahyudiono (66), warga Madiun, Jawa Timur.


Menurut Iptu Umbaran, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban terbawa arus longsor.


"Setelah diperiksa tim medis dan memang tidak ada tindak kejahatan dan murni kecelakaan dari bencana longsor, jadi ini tadi juga langsung kami serahkan ke pihak keluarga dan rencana langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," paparnya.


Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, menyampaikan tidak ada kendala dalam proses evakuasi. 


Proses evakuasi hanya membutuhkan waktu 5 menit sampai 10 menit.


"Karena jenazah posisinya ada di tengah Bengawan Solo, dan debit airnya tinggi ditambah arus deras ya kita pinggirkan dulu jenazahnya, baru kemudian jenazah kita masukkan ke kantong jenazah."


"Evakuasi hanya butuh waktu 5 menit sampai 10 menit, yang lama kan menyiapkan Sarpras nya seperti perahu harus merakit dulu," jelasnya.


Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Blora untuk dilakukan identifikasi.(Iqs)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved