Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Nasib Pedagang Pasar Jelang Lebaran, Jualan Susah Laku Malah Dimintai THR Oknum Berseragam Dinas

Nasib pedagang pasar di tahun ini cukup miris, jualan susah masih dimintai THR oleh oknum berseragam dinas pemerintah daerah.

Editor: rival al manaf
Instagram/lambe_turah
MAKSA MINTA THR - Tangkapan layar unggahan akun Instagram @lambe_turah, Minggu (23/3/2025). Seorang pria berseragam dinas Pemda Bekasi maksa minta THR ke pedagang Pasar Induk Cibitung. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepolisian menindak tegas tindakan yang dilakukan Suhada alias 'Jagoan Cikiwul'.

Suhada merupakan salah satu anggota organisasi masyarakat yang ditangkap karena meminta tunjangan hari raya (THR) Lebaran ke perusahaan plastik di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Kasus yang di Kota Bekasi juga saya sudah meminta untuk segera dilakukan penindakan tegas," kata Dedi , dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram miliknya, @dedimulyadi71, Jumat (21/3/2025).

Dedi juga menyampaikan terima kasih kepada petugas sekuriti perusahaan yang dimintai THR oleh Suhada.

Karena sekuriti tersebut sudah berani berdebat dan menghalau Suhada bertemu pemilik perusahaan tempatnya bertugas.

"Pada sekuriti yang di Kota Bekasi, pada salah satu perusahaan yang kemarin viral, saya sampaikan ucapkan terima kasih atas keberaniannya," ujar Dedi .

Dedi meminta seluruh petugas sekuriti di wilayahnya memiliki sikap yang sama terhadap tindakan premanisme.

Dedi menegaskan, tidak ada tempat untuk premanisme di Jawa Barat.

"Orang-orang yang hidupnya hanya menggantungkan diri dari tindakan-tindakan intimidatif, dari sikap yang sifatnya premanisme, pada akhirnya tidak akan mendapat tempat di wilayah Provinsi Jawa Barat," tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi berterima kasih kepada aparat.

"Terima kasih jajaran Polda Metro Jaya, Pak Kapolda dan Pak Direskrimum, serta jajaran Polres Metro Bekasi Kota, Pak Kapolres dan Kasat Reskrim. Jagoan Cikiwul sudah ditangkap," ucap Dedi.

Sementara itu, Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi premanisme di Jawa Barat.

"Kita tidak boleh membiarkan premanisme tumbuh. Terima kasih kepada seluruh aparat yang telah menindak tegas kasus ini," ujarnya. 

Dedi berharap, penangkapan ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak ada lagi aksi premanisme di Jabar.

"Di wilayah Provinsi Jabar, jangan coba-coba bergaya jadi jagoan kalau ujung-ujungnya saat ditangkap nangis," kata Dedi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved