Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Polisi Periksa Saksi dan Cek CCTV Kasus Kematian Pedagang Sayur di Masjid Karanganyar

Polres Karanganyar mendalami penyebab kematian pedagang sayur, Aji Pangestu (25) yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Masjid Al Barakah.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Agus Iswadi
KEMATIAN PEDAGANG - Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penyebab kematian pedagang sayur, Aji Pangestu (25)pada Selasa (25/3/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar masih mendalami penyebab kematian pedagang sayur, Aji Pangestu (25) yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Masjid Al Barakah Mulyorejo Kelurahan Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Senin (24/3/2025) malam. 

Jenazah laki-laki tersebut diketahui pertama kali jemaah yang hendak membuka pintu kamar mandi dan mendapati korban dalam kondisi bersimbah darah sekira pukul 19.30.

Warga yang berdomisili di Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup tanpa mengenakan baju. 

Baca juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Peredaran Uang Palsu di Karanganyar, 3 Pelaku Lintas Wilayah

Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto menyampaikan, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi untuk membuat terang benderang kasus tersebut.

Selain keluarga, polisi juga mengecek CCTV masjid, saksi yang melihat korban memasuki masjid serta teman kerja korban. 

Selain itu polisi juga meminta keterangan di toko tempat korban membeli pisau. 

Dia menuturkan, ditemukan sarung pisau serta nota pembelian di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui laki-laki itu membeli pisau seorang diri ke toko tersebut sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

"Dari tanda-tanda fisik dilihat tidak ada luka lain baik itu lebam dan lainnya selain luka dari pisau yang tertancap di ulu hati," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/3/2025). 

Jenazah kini masih di RSUD Karanganyar sembari menunggu keluarga dari luar kota.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya di Jumapolo. Dia menuturkan, polisi juga meminta izin kepada keluarga apakah berkenan dilakukan visum atau autopsi. 

"Berkenan tidak dilakukan visum, autopsi atau mereka menerima," terangnya. 

Lanjutnya, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi karena tidak ada barang-barang milik korban yang hilang seperti handphone, uang dan tas.

Baca juga: Inilah Tampang Pengedar Uang Palsu di Karanganyar, Warga Sragen, Kendal dan Cirebon

Dia menerangkan, kematian korban disebabkan oleh pendarahan luka tusukan pisau pada bagian perut. 

Kapolres Karanganyar menambahkan, korban berencana akan menikah setelah lebaran tepatnya April 2025.

Oleh karena itu polisi juga meminta keterangan calonnya guna mengetahui apakah ada permasalahan atau keterangan yang disampaikan korban sebelum ditemukan meninggal dunia. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved