Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Tangis Pecah Saat Penutupan Operasi Pencarian Yazid di Bukit Mongkrang Karanganyar: Maaf

Operasi pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Kompas.com
PENUTUPAN OPERASI - Ayah Yazid Sapto Mulyono dan relawan tim SAR Gabungan berpelukan saat penutupan operasi pencarian di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Sabtu (31/1/2026). (Kompas.com/Romensy Augustino) 

Ringkasan Berita:
  • Operasi pencarian Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang Gunung Lawu resmi dihentikan setelah 13 hari tanpa hasil.
  • Sebanyak 270 personel SAR gabungan telah menyisir seluruh jalur pendakian dan jurang ekstrem hingga kedalaman 200 meter.
  • Suasana haru mewarnai penutupan operasi, sementara keluarga berharap Yazid dapat ditemukan sesuai kehendak Tuhan.

 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Operasi pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026).

Hingga hari terakhir pelaksanaan operasi, keberadaan Yazid masih belum berhasil diketahui meski tim SAR gabungan telah bekerja maksimal selama hampir dua pekan.

Suasana haru menyelimuti Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, saat keputusan penghentian operasi pencarian diumumkan.

Selama 13 hari, berbagai upaya telah dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Koordinator Pengendali Operasi SAR (Opsar) Mongkrang Gunung Lawu, Tri Puji Susilo, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan 16 Search and Rescue Unit (SRU) dengan total kekuatan mencapai 270 personel.

Seluruh sumber daya tersebut telah dikerahkan untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

Operasi pencarian secara resmi berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

Hingga penutupan operasi, tidak ditemukan jejak, barang pribadi, maupun perlengkapan yang diduga milik Yazid, termasuk pakaian, sepatu, jam tangan, hingga iPhone.

Penyisiran juga telah dilakukan di sejumlah titik ekstrem, termasuk jurang dengan kedalaman mencapai 200 meter.

Namun, hasil pencarian tetap nihil meski medan telah dijelajahi secara menyeluruh.

Baca juga: Nurul Akmal Lifter Andalan Indonesia Cetak Sejarah di Olimpiade, Cuma Diangkat PPPK Paruh Waktu

Dalam evaluasi akhir operasi SAR, suasana emosional tak terhindarkan.

Tri Puji Susilo tampak menitikkan air mata saat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Yazid yang hadir di lokasi.

Para relawan, petugas SAR, dan anggota keluarga saling berpelukan untuk saling menguatkan.

Ayah korban, Sapto Mulyono, memilih tidak banyak memberikan pernyataan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved