Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Libur Lebaran Segera Usai, Semarang Masih Punya Tradisi Sesaji Rewanda dan Sejumlah Agenda Lain

Libur Lebaran 2025 segera usai. Namun, agenda wisata di Kota Semarang tak ada habisnya.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Suasana kirab dalam rangkaian gelaran tradisi sesaji rewanda di Goa Kreo Semarang, Sabtu (20/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Libur Lebaran 2025 segera usai. Namun, agenda wisata di Kota Semarang tak ada habisnya. Sesaji Rewanda akan menjadi daya tarik wisata di penghujung libur Lebaran. 

Sesaji Rewanda akan digelar pada Sabtu (12/4/2025). Sesaji Rewanda yang merupakan tradisi syawalan masyarakat Kandri, Gunungpati, akan digelar mulai pukul 07.00 - 10.00. 


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, Sesaji Rewanda merupakan prosesi ritual tahunan tentang keberadaan Goa Kreo. Konon, Kanjeng Sunan Kalijaga dibantu para penunggu monyet ekor panjang di Goa Kreo saat saat mencari kayu jati yang akan digunakan untuk membangun Masjid Demak sekitar abad ke-15.


Sesaji Rewanda berasal dari kata sesaji yang artinya memberi dan Rewanda berarti monyet. Ritual ini bertujuan untuk mengingat perjalanan Sunan Kalijaga dan pesannya untuk menjaga kelestarian alam, termasuk monyet-monyet disana. 


"Kami akan tetap laksanakan walaupun sedikit berbeda karena efisiensi anggaran," ucap Wing, Senin (7/4/2025). 

 

SESAJI REWANDA - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso memastikan, Sesaji Rewanda akan digelar. Ini merupakan tradisi masyarakat memberi makan para monyet di Goa Kreo. 
SESAJI REWANDA - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso memastikan, Sesaji Rewanda akan digelar. Ini merupakan tradisi masyarakat memberi makan para monyet di Goa Kreo.  (TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN )

Sementara, Mahakarya Goa Kreo yang biasanya menjadi event tahunan sehari sebelum Sesaji Rewanda harus ditunda. Wing mengatakan, Mahakarya Goa Kreo ini merupakan pertunjukan seni yang menceritakan tentang perjalanan Sunan Kalijaga di Goa Kreo. Event ini menjadi salah satu event yang terdampak efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden RI. 


"Insyaallah ke depan akan dilaksanakan tapi waktu tidak bersamaan dengan Sesaji Rewanda. Kami akan laksnakan di bulan-bulan yang minim agenda. Sehingga, akan menambah kegiatan di Waduk Jatibarang," terangnya. 


Rencananya, Disbudpar akan mencari mitra sponsorship ataupun pihak yang bersedia menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk gelaran budaya ini. 


Meski Mahakarya Goa Kreo belum dapat digelar, Wing memastikan, Kota Semarang masih memiliki event yang cukup menarik perhatian wisatawan. Selain Sesaji Rewanda, dalam waktu dekat, akan digelar Festival Budaya Lintas Agama atau yang sebelumnya bernama Festival Ogoh-Ogoh. 


Pihaknya berkolaborasi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan seluruh komunitas keagamaan di Kota Semarang. Festival ini akan menjadi bukti bahwa Semarang kuat dengan kerukunan umat beragamanya.


"Libur lebaran ini memang kami efisiensi. Tapi, kami dorong teman-teman swasta, pengelola wisata, bahkan pengusaha menggelar event di Semarang," katanya. 


Wing membeberkan, akan ada beberapa konser di Kota Semarang yang digelar oleh swasta pasca libur Lebaran, antara lain di Simpanglima, Marina, dan PRPP. (eyf)


 
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved