Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Rumah Calon Pengantin Pria Dirusak Keluarga Pihak Wanita Karena Batal Antar Uang Panai Rp 100 Juta

Rumah calon pengantin pria di Jeneponto, Sulawesi Selatan dirusak oleh massa dari pihak keluarga calon pengantin wanita karena batal antar uang panai.

Tayang:
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
Istimewa/Facebook Citra Erang
UANG PANAI - RUMAH DIRUSAK MASSA - Massa merusak rumah calon pengantin pria di Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (5/4/2025) malam. Rumah calon pengantin pria itu jadi target amarah lantaran diduga batal bawa uang panai kepada pihak perempuan. 

TRIBUNJATENG.COM - Rumah calon pengantin pria di Jeneponto, Sulawesi Selatan dirusak oleh massa dari pihak keluarga calon pengantin wanita karena batal antar uang panai Rp 100 juta.

Video pengerusakan inipun viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo pada Senin (7/4/2025) tampak massa mendatangi sebuah rumah panggung.

Baca juga: Lisa Mariana Depresi Seusai Bongkar Hubungan dengan Ridwan Kamil, BB Terdampak: Janji Langsing Lagi

Massa terdiri dari pria dan wanita.

Massa lalu melempari rumah itu dengan batu dan merusak bagian teras.

Sedangkan massa perempuan terus berteriak-teriak dengan bahasa lokal.

Aksi pengerusakan itu terjadi pada malam hari.

Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tegaskan Larangan Jual Beli Jabatan di Acara Halal Bihalal ASN

Insiden itu terjadi di rumah seorang pria berinisial MK, warga Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea pada Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 21.22 WITA.

Dilansir dari Tribun Palu, pengerusakan itu terjadi karena uang panai.

Pihak mempelai wanita marah karena calon pengantin batal datang membawa uang panai Rp 100 juta untuk pesta pernikahan.

uang panai di jeneponto
UANG PANAI - Tangkapan layar dari Instagram @fakta.indo pada Selasa (8/4/2025) - Video rumah calon pengantin pria dirusak oleh massa dari keluarga calon pengantin wanita di Jeneponto karena pihak calon pria batal mengantarkan uang panai Rp 100 juta.

Bahkan calon pengantin pria dan keluarganya menghilang saat pihak keluarga wanita datang untuk menanyakan uang panai.

Sehingga muncul anggapan jika pihak calon pengantin pria melanggar kesepakatan dan membuat malu pihak wanita.

Saat penyerangan terjadi, MK dan keluarganya tak berada di dalam rumah.

Sementara itu, Kapolsek Tamalatea, AKP Suardi membenarka kejadian tersebut.

"Menurut perempuan memang begitu (gegara uang panai) kemarin jadwalnya tapi (pihak laki-laki) tidak datang," ujar Akp Suardi via telepon, Minggu (6/4/2025), dikutip dari Tribun Palu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved