Kudus
Peringatan Sewindu Qudsiyyah Putri, Ribuan Santriwati Ikuti Sepeda Santai
Ribuan santriwati Qudsiyyah Putri mengikuti sepeda santai dalam rangka sewindu Qudsiyyah Putri, Minggu (13/4/2025).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan santriwati Qudsiyyah Putri mengikuti sepeda santai dalam rangka sewindu Qudsiyyah Putri, Minggu (13/4/2025). Dalam sepeda santai kali ini dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Para santriwati itu menempuh jarak belasan kilometer dalam sepeda santai kali ini. Rute sepeda santai dimulai dari Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri Singocandi ke utara sampai ke perempatan Besito. Kemudian ke selatan sampai Perempatan Jember dan menuju ke arah Perempatan Panjang hingga kembali ke Pesantren Qudsiyyah Putri.
Dalam peringatan sewindu Qudsiyyah Putri ini mengangkat tema Merawat Taji Ulama Putri untuk Kokohnya Negeri. Sepeda santai merupakan satu di antara rangkaian peringatan sewindu Qudsiyyah Putri. Agenda lainnya dalam peringatan sewindu ini juga dimeriahkan dengan festival jajanan kampung, pameran turats dan kaligrafi, lomba pelajar, dan pentas seni.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Prof Ihsan mengatakan, tema yang pihaknya angkat untuk menunjukkan bahwa Qudsiyyah juga menyiapkan kader putri terbaik. Sehingga tak hanya melahirkan kiai hebat, tapi juga bu nyai yang hebat.
"Kurikulum kami berbasis karakter salaf. Kami ingin, baik kader putra dan putri, sama-sama berimbang," kata Ihsan.
Ihsan menjelaskan saat ini sudah ada MTs dan MA Qudsiyyah Putri. Pada momen sewindu, Qudsiyyah Putri akan membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun ajaran baru nanti.
Sementara itu Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, Madrasah Qudsiyyah di Kudus merupakan buah dari perjuangan para kiai dan ulama di Kudus. Usianya yang sudah lebih dari seabad, kini juga fokus mendidik santriwati sebagai bentuk keseimbangan.
“Untuk itu pemerintah juga harus hadir, apa yang bisa dikolaborasikan mari dikerjakan bersama,” kata Sam’ani.
Qudsiyyah sendiri, bagi Sam’ani, merupakan salah satu lembaga pendidikan di Kudus yang menjadi rujukan bagi para santri baik dari Kudus maupun luar daerah sebagai tempat menuntut ilmu. Artinya, Kudus juga dikenal sebagai kota santri.
“Untuk itu mari dirawat bersama-sama bahwa orang luar Kudus yang belajar di sini memiliki kesan yang baik terhadap Kudus. Selain itu Kudus juga dikenal bahwa pendidikannya sangat bagus,” kata Sam’ani. (*)
| Lahan Pertanian di Wonosoco Kudus Tergenang Banjir Setiap Tahun, Butuh Normalisasi Sungai |
|
|---|
| Pemkab Kudus Masih Godok Tata Laksana WFH |
|
|---|
| 202 Penderita Penyakit Kronis di Kudus Kembali terdaftar Sebagai Peserta PBI JKN |
|
|---|
| Remaja di Kudus Gelar Pesta Miras di Malam Ramadan, Berujung Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Masih Ada 1.954 Balita Stunting di Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PELEPASAN-SEPEDA-SANTAI-Bupati-Kudus-Samani-Intakoris.jpg)