Breaking News
Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus

Peringatan Sewindu Qudsiyyah Putri, Ribuan Santriwati Ikuti Sepeda Santai

Ribuan santriwati Qudsiyyah Putri mengikuti sepeda santai dalam rangka sewindu Qudsiyyah Putri, Minggu (13/4/2025).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
(Foto: Tribun Jateng/Rifqi Gozali).
PELEPASAN SEPEDA SANTAI - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (empat dari kanan) memegang bendera start untuk melepas sepeda santai peringatan sewindu Qudsiyyah Putri di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Kabupate  Kudus, Minggu (13/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan santriwati Qudsiyyah Putri mengikuti sepeda santai dalam rangka sewindu Qudsiyyah Putri, Minggu (13/4/2025). Dalam sepeda santai kali ini dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Para santriwati itu menempuh jarak belasan kilometer dalam sepeda santai kali ini. Rute sepeda santai dimulai dari Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri Singocandi ke utara sampai ke perempatan Besito. Kemudian ke selatan sampai Perempatan Jember dan menuju ke arah Perempatan Panjang hingga kembali ke Pesantren Qudsiyyah Putri.

Dalam peringatan sewindu Qudsiyyah Putri ini mengangkat tema Merawat Taji Ulama Putri untuk Kokohnya Negeri. Sepeda santai merupakan satu di antara rangkaian peringatan sewindu Qudsiyyah Putri. Agenda lainnya dalam peringatan sewindu ini juga dimeriahkan dengan festival jajanan kampung, pameran turats dan kaligrafi, lomba pelajar, dan pentas seni.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Prof Ihsan mengatakan, tema yang pihaknya angkat untuk menunjukkan bahwa Qudsiyyah juga menyiapkan kader putri terbaik. Sehingga tak hanya melahirkan kiai hebat, tapi juga bu nyai yang hebat.

"Kurikulum kami berbasis karakter salaf. Kami ingin, baik kader putra dan putri, sama-sama berimbang," kata Ihsan.

Ihsan menjelaskan saat ini sudah ada MTs dan MA Qudsiyyah Putri. Pada momen sewindu, Qudsiyyah Putri akan membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun ajaran baru nanti.

Sementara itu Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, Madrasah Qudsiyyah di Kudus merupakan buah dari perjuangan para kiai dan ulama di Kudus. Usianya yang sudah lebih dari seabad, kini juga fokus mendidik santriwati sebagai bentuk keseimbangan.

“Untuk itu pemerintah juga harus hadir, apa yang bisa dikolaborasikan mari dikerjakan bersama,” kata Sam’ani.

Qudsiyyah sendiri, bagi Sam’ani, merupakan salah satu lembaga pendidikan di Kudus yang menjadi rujukan bagi para santri baik dari Kudus maupun luar daerah sebagai tempat menuntut ilmu. Artinya, Kudus juga dikenal sebagai kota santri.

“Untuk itu mari dirawat bersama-sama bahwa orang luar Kudus yang belajar di sini memiliki kesan yang baik terhadap Kudus. Selain itu Kudus juga dikenal bahwa pendidikannya sangat bagus,” kata Sam’ani. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved