Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus

Masih Ada 1.954 Balita Stunting di Kudus

Balita yang mengalami stunting di Kabupaten Kudus ada sebanyak 1.954 balita.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Diskominfo Kudus
Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endhayani. (Foto: Diskominfo Kudus). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Balita yang mengalami stunting di Kabupaten Kudus ada sebanyak 1.954 balita.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Endhah Endhayani Sam'ani dalam workshop hari gizi nasional di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (11/2/2026).

“Kami ada 1.954 balita stunting atau setara dengan 3,76 persen. Itu sudah turun. Tapi masih perlu upaya bagaimana agar tidak muncul stunting baru,” kata Endhah.

Baca juga: Darsini Magister Terbaik UIN Walisongo Angkat Kearifan Samin untuk Spiritual dan Resolusi Konflik

Baca juga: Seleksi Kompetensi CAT PPPK Kementerian HAM, Sekjen Tekankan Integritas, Kejujuran dan Etika

Dalam peringatan hari gizi nasional ini, katanya, pihaknya mengajak kader PKK di Kabupaten Kudus untuk terlibat dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting. Untuk itu pihaknya menggelar woekshop yang dihadiri sekitar 100 orang anggota PKK, ibu hamil, maupun ibu menyusui untuk diberi pengertian perihal pola asuk dan asupan nutrisi untuk anak.

“Kami juga datangkan dokter spesialis anak, ada juga chef yang mempraktikkan cara mask makanan yang sehat untuk balita,” kata Endhah.

Upaya yang pihaknya lakukan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar agar Kabupaten Kudus terbebas dari stunting. Dalam kesempatan itu juga diserahkan sejumlah bantuan berupa makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil.

“Yang hadir di sini saya minta untuk menyampaikan ilmu yang diterima kepada yang lain agar upaya penanganan stunting bisa dilakukan secara bersama-sama,” kata dia.

Endhah mengatakan, stunting yang terjadi di Kudus berdasarkan data yang pihaknya terima karena pola asuh yang kurang tepat. Misalnya ketika ibunya bekerja, maka balita dititipkan. Dari situ, yang penting balita tidak rewel.

“Saat dititipin kadang anak minta mie ya dikasih mie, minta jajan ya dikasih jajan. Padahal untuk anak terutama balita pertumbuhannya kan membutuhkan asupan yang komplit, mulai dari karbohidrat, protein, ada juga buah,” kata dia.

Di antara yang perlu didorong saat ini, katanya, yaitu adanya tempat penitipan anak di dekat pabrik. Bagi ibu yang masih menyusui, setidaknya dia masih bisa memberikan asupan ASI eksklusif kepada buah hati. Hal inilah, kata Endhah, yang masih menjadi pekerjaan rumah baginya.

Untuk memotong mata rantai stunting, pihaknya mengajak kepada calon ibu atau calon ibu hamil supaya mempersiapkan diri sebelum kehamilan. Pasalnya, perempuan yang hamil sejak sebelumnya kondisinya harus sehat terlebih dulu.

“Kemudian saat hamil, juga perlu mendapat asupan gizi yang cukup. Dari situ anak yang dilahirkan juga sehat. Juga kami mengajak agar tidak melakukan pernikahan dini,” katanya.

Upaya pengentasan stunting di Kabupaten Kudus, kata dia, selain menjadi fokus pihaknya berikut pemerintah kabupaten, juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah pihak swasta. Selama ini, katanya, beberapa sektor swasta di Kabupaten Kudus sudah aktif dalam upaya penanganan stunting. Dengan begitu dia berharap stunting di Kabupaten Kudus bisa benar-benar hilang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved