Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Tegal Gandeng KUA hingga Baznas Percepat Penurunan Stunting

Pemkot Tegal gandeng stakeholder seperti KUA, PDAM, Baznas hingga Klinik untuk percepat penurunan stunting.

PEMKOT TEGAL
BERI ARAHAN - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat memberikan pengarahan dalam Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Adipura Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (16/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Tegal terus dilakukan.

Pemerintah Kota Tegal akan menggandeng pihak luar atau stakeholder terkait untuk bekerja sama dalam mempercepat penurunan stunting di Kota Tegal.

Stakeholder tersebut di antaranya adalah dari Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama (Kemenag), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Klinik atau Rumah Bersalin yang ada di Kota Tegal.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Gedung Adipura Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (16/4/2025).

Rakor turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Asisten Sekda, Ketua Baznas Kota Tegal Harun Abdi Manaf, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Tegal.

“Nanti Rabu tolong diundang yang berkaitan dengan rumah bersalin dan yang tadi saya sebutkan,” ujar Dedy Yon.

Dedy Yon berharap dalam penanganan stunting ini pihak internal dan eksternal dapat bekerja sama.

Ia juga meminta data pengantin dan ibu hamil sejak 1 Januari 2025 hingga saat ini dihimpun sebagai data awal.

“Yang menikah di tahun ini dan hamil di tahun berjalan ini dan juga bayi di bawah dua tahun (Baduta) sebanyak 238 tolong dicatat orangnya,” ujarnya.

Dedy Yon juga meminta verifikasi ulang anggaran penanganan stunting agar seimbang antara data jumlah stunting dengan total anggaran yang tersedia.

Sementara itu, Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan ada dua cara intervensi stunting yaitu spesifik dan sensitif.

“Spesifik itu langsung kepada sasaran seperti tablet tambah darah, makanan tambahan, susu, imunisasi. Sensitif berbasis data stunting,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut juga diserahkan bantuan senilai Rp 22.598.000 dari Baznas Kota Tegal untuk penanggulangan stunting kepada Pemkot Tegal.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved