Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

Sejumlah Daerah Mulai Panen, Harga Bawang Merah di Jateng Berangsur Turun

Harga bawang merah mulai berangsur turun, setelah sempat meroket di momen Lebaran Idulfitri 2025.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Foto: ilustrasi - Bawang merah di Pasar Karangayu Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga bawang merah mulai berangsur turun, setelah sempat meroket di momen Lebaran Idulfitri 2025.

Di tingkat pedagang, di Kota Semarang misalnya, harga bawang merah super beraa di kisaran Rp 60.000/Kg.

Pedagang menyebutkan, harga itu telah mengalami penurunan sebesar Rp 10.000, dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 70.000/Kg.

"Harga bawang merah sekarang Rp 60.000/Kg, turun sedikit dari harga kemarih Rp 70.000/Kg.

Harga ini kalau dibandingkan sebelum Ramadan, masih tinggi, waktu itu cuma Rp 45.000/Kg," kata Sarmi, pedagang di Pasar Karangayu Semarang.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Alex Chandra menjelaskan, harga bawang merah mulai turun hari-hari ini.

Saat ini, sebutnya, harga bawang merah di tingkat petani di kisaran Rp 37.000/Kg untuk ukuran super A dan Rp 32.000 - Rp 35.000/Kg untuk ukuran super B.

Sedangkan bawang merah ukuran kecil di kisaran Rp 27.000 - Rp 28.000/Kg.

"Harga per hari ini sudah mulai agak turun. Di tingkat petani, (tertinggi) kemarin Rp 47.000 - Rp 48.000/Kg," kata Alex, dihubungi Tribun Jateng, Kamis (17/4/2025).

Dia melanjutkan, penurunan harga bawang merah terjadi seiring dengan dimulainya panen di sejumlah daerah seperti Kendal, Demak, Brebes, Bojonegoro, dan Madura.

Adapun daerah yang belum musim panen, sebutnya, di antaranya adalah Purwodadi.

"Nanti perkiraan Juno sudah banyak. Kalau puncak panennya, perkiraan Agustus paling banyak," terangnya.

Di sisi lain, masih tingginya harga bawang merah saat ini, Alez menyebutkan selain karena panen yang masih minim di beberapa daerah, juga minimnya hasil panen karena faktor cuaca.

"Kalau cuaca kurang bagus, berpengaruh. Ini April masih hujan terus, hasilnya masih sedikit.

Hasil (panen) per hektar turun, tadinya normal musim kemarau bulan 4 normal biasanya per hektar 10 ton, ini paling 5-6 ton.

Itu karena (bawang) rusak," sebutnya. (idy) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved