Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Viral Ada Ulat Buah di MBG SMPN 1 Semarang

Viral di media sosial ulat buah ditemukan di salah satu wadah makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
ILUSTRASI -- siswa murid SMPN 1 Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Viral di media sosial ulat buah ditemukan di salah satu wadah makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang

Dalam video berdurasi 20 detik, seorang siswa menemukan ulat buah di wadah makan dari program MBG.

Dalam wadah stainless steel, ada tiga elor ulat dalam kondisi hidup. Ulat tersebut diduga berasal dari salah yang menjadi menu dalam MBG

Dalam wadah stainless steel itu, terlihat ada menu nasi putih, lele goreng, oseng kentang tempe, dan sayur sawi putih dalam kondisi sudah sebagian dimakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Semarang Siminto, membenarkan adanya temuan ulat buah yang diduga berasal dari salak. Kejadian itu terjadi pada Rabu (16/4/2025). 

"Iya, ada ulat buah. Kalau ulat sayuran tidak mungkin karena dimasak mati. Mungkin saja bisa jadi saat (salak-red)) dipilih utuh tapi di dalamnya busuk. Hanya di satu ompreng (wadah makan-red)," papar Siminto, Jumat (18/4/2025). 

Atas kejadian itu, pihaknya langsung melapor kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prima Raja Sari Resto dan langsung ditindaklanjuti dengan penggantian.

"Sudah kami laporkan dan sudah diganti. Kami minta ke katering SPPG agar tidak terulang lagi. Bahkan, harapannya menu berikutnya lebih baik," paparnya.

Lebih lanjut, Siminto menyampaikan, program MBG di SMPN 1 sudah dimulai sejak 24 Februari lalu.

Sejauh ini, dia menilai, berjalan baik, termasuk dengan keberadaan menu makanan yang sesuai dengan standar gizi.

Bahkan, dia menyambut baik program MBG yang sangat dinanti siswa. Dengan program ini, siswa bisa berhemat dan mendapatkan makanan bergizi secara gratis.

Selain di SMPN 1 Semarang, kabar menu MBG yang tidak layak juga dikabarkan terdapat di SMPN 19 Semarang. Namun, Kepala Sekolah Mukaromah membantah kabar tersebut.

"Informasi yang beredar itu tidak benar. Selama empat hari pelaksanaan MBG di sekolah ini berjalan lancar. Malah kami kaget kok ada informasi tersebut," katanya.

Program MBG di SMPN 19 Semarang dimulai sejak 14 April lalu. Menurut dia, MBG dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kedatangan, pendistribusian, pengembalian wadah, hingga pengelolaan sisa makanan.

"SOP sudah diterapkan. Kami menyambut kedatangan, mengawal sampai selesai. Sisa makanan kami kelola untuk pupuk, dan ada yang diberikan pada maggot," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved