Berita Semarang
Viral Ada Ulat Buah di MBG SMPN 1 Semarang
Viral di media sosial ulat buah ditemukan di salah satu wadah makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Viral di media sosial ulat buah ditemukan di salah satu wadah makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang.
Dalam video berdurasi 20 detik, seorang siswa menemukan ulat buah di wadah makan dari program MBG.
Dalam wadah stainless steel, ada tiga elor ulat dalam kondisi hidup. Ulat tersebut diduga berasal dari salah yang menjadi menu dalam MBG.
Dalam wadah stainless steel itu, terlihat ada menu nasi putih, lele goreng, oseng kentang tempe, dan sayur sawi putih dalam kondisi sudah sebagian dimakan.
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Semarang Siminto, membenarkan adanya temuan ulat buah yang diduga berasal dari salak. Kejadian itu terjadi pada Rabu (16/4/2025).
"Iya, ada ulat buah. Kalau ulat sayuran tidak mungkin karena dimasak mati. Mungkin saja bisa jadi saat (salak-red)) dipilih utuh tapi di dalamnya busuk. Hanya di satu ompreng (wadah makan-red)," papar Siminto, Jumat (18/4/2025).
Atas kejadian itu, pihaknya langsung melapor kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prima Raja Sari Resto dan langsung ditindaklanjuti dengan penggantian.
"Sudah kami laporkan dan sudah diganti. Kami minta ke katering SPPG agar tidak terulang lagi. Bahkan, harapannya menu berikutnya lebih baik," paparnya.
Lebih lanjut, Siminto menyampaikan, program MBG di SMPN 1 sudah dimulai sejak 24 Februari lalu.
Sejauh ini, dia menilai, berjalan baik, termasuk dengan keberadaan menu makanan yang sesuai dengan standar gizi.
Bahkan, dia menyambut baik program MBG yang sangat dinanti siswa. Dengan program ini, siswa bisa berhemat dan mendapatkan makanan bergizi secara gratis.
Selain di SMPN 1 Semarang, kabar menu MBG yang tidak layak juga dikabarkan terdapat di SMPN 19 Semarang. Namun, Kepala Sekolah Mukaromah membantah kabar tersebut.
"Informasi yang beredar itu tidak benar. Selama empat hari pelaksanaan MBG di sekolah ini berjalan lancar. Malah kami kaget kok ada informasi tersebut," katanya.
Program MBG di SMPN 19 Semarang dimulai sejak 14 April lalu. Menurut dia, MBG dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kedatangan, pendistribusian, pengembalian wadah, hingga pengelolaan sisa makanan.
"SOP sudah diterapkan. Kami menyambut kedatangan, mengawal sampai selesai. Sisa makanan kami kelola untuk pupuk, dan ada yang diberikan pada maggot," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Prima Raja Sari Resto Amin Wasono selaku penyedia makanan mengakui kecolongan dengan adanya temuan ulat buah dalam makanan yang disajikan kepada satu siswa SMPN 1 Semarang.
"Itu kami kecolongan. Kami sudah sortir, tapi ada satu buah itu (salak-red). (Ulat-red) Itu adanya dari buah, ya bukan dari sayur. Kalau dari sayur direbus ya sudah mati kan gitu. Ini catatan buat kami agar tidak terulang lagi," ungkapnya.
Selama ini, pihaknya mengelola menu MBG di banyak sekolah, mulai TK, SD, SMP, hingga SMA tidak menemui permasalahan tersebut.
"Kami sudah sortir, sudah pilih semuanya, tapi ada satu yang kecolongan. Kami ngirim di TK, SD, SMA, enggak ada masalah. Nah, ini kami jadikan evaluasi. Mungkin menu-menu yang berpotensi ada ulet buah, atau yang lainlah. Kami nanti akan hindari yang seperti itu," terangnya. (eyf)
Baca juga: Penyebab Harga Kelapa Naik di Jawa Tengah, Pasar Ekspor Dinilai Lebih Menggiurkan
Baca juga: Toleransi Beragama dalam Momen Paskah : Perspektif Islam tentang Isa Al-Masih
Baca juga: Pimpin Apel HUT Satpol PP di Tegal, Mbak Iin Ingatkan Tantangan Kedepan Lebih Berat
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 14 Mei 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Mbak Ita Eks Wali Kota Semarang Ajukan PK, Sodorkan Novum Anggaran Lomba Nasi Goreng |
|
|---|
| Koleksi Baru Damkar Kota Semarang, Anjing Liar Hasil Evakuasi Dirawat di Kandang Rescue |
|
|---|
| Total Ada 65 Guru Non-ASN di Kota Semarang, Disdik Sebut Anggaran Tetap Aman hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Kecelakaan Berulang Silayur, Dishub Semarang Rencana Bangun Pos Uji KIR: Truk Tak Layak Putar Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ratusan-murid-smpn-1-semarang-dengan-bentang-puisi-hardiknas_20180502_213509.jpg)