UIN SAIZU Purwokerto
Selamat Hari Kartini 21 April 2025: Kartini, Al-Qur’an, dan Gen Z yang Haus Makna
Di balik kata-kata Kartini “Habis gelap terbitlah terang”, tersimpan perjalanan spiritual yang mendalam: kisah perjumpaannya dengan tafsir Al-Qur’an.
Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy,M.E. Dosen UIN Saizu Purwokerto
TRIBUNJATENG.COM - Setiap bulan April, bangsa Indonesia kembali mengenang sosok agung bernama Raden Ajeng Kartini.
Ia bukan sekadar nama di kalender nasional atau lirik dalam lagu gubahan WR Soepratman, tetapi simbol perjuangan emansipasi perempuan, pendidikan, dan pencerahan pikiran.
Di balik kata-kata terkenalnya “Habis gelap terbitlah terang”, tersimpan perjalanan spiritual yang mendalam: kisah perjumpaannya dengan tafsir Al-Qur’an yang membuka cakrawala hidupnya.
Baca juga: Sukatani Tidak Suka Tambang, Aksi Band Punk Asal Purbalingga di Hari Kartini dan Hari Bumi di Pati
Tepatnya, saat Kartini menghadiri kajian KH. Sholeh Darat di Pendopo Bupati Demak, beliau tersentak oleh tafsir surah Al-Fatihah yang begitu dalam dan menyentuh.
Bukan sekadar bacaan yang dihafal, tetapi makna yang menghidupkan.
“Kyai, betapa berdosanya para kiai,” keluh Kartini yang merasa selama ini hanya dibekali mantra, bukan pemahaman.
Dari situ, Kartini mendorong agar tafsir Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa—agar kaum perempuan, rakyat jelata, dan masyarakat awam bisa memahami isi kitab suci itu.
Warisan Spiritual Kartini
Seringkali kita hanya mengenang Kartini sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Tapi lebih dari itu, Kartini juga haus akan ilmu agama—bukan hanya ritualistik, tapi yang esensial.
Ia belajar akhlak, tasawuf, dan tafsir Qur’an kepada KH. Sholeh Darat, yang kelak menjadi guru dari para ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari.
Dalam usia yang sangat muda, Kartini menyadari satu hal penting: ilmu tanpa pemahaman adalah hampa.
Dan pemahaman tanpa akhlak adalah bencana.
Maka tak heran jika perjuangannya bukan hanya tentang membuka sekolah, tetapi membuka hati dan pikiran bangsanya.
| Pascasarjana UIN Saizu Matangkan Seminar Internasional Bersama USIM Malaysia |
|
|---|
| ASN UIN Saizu Ikuti E-Learning ASN Berintegritas Batch 5 untuk Perkuat Budaya Antikorupsi |
|
|---|
| UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Ini Jadwal Dan Syaratnya |
|
|---|
| Mahasiswa FTIK UIN Saizu Raih Juara Lomba Penulisan Artikel Populer Tingkat Jawa Tengah |
|
|---|
| Kurban sebagai Puncak Penghambaan: Merawat Solidaritas Sosial dalam Tradisi Islam Nusantara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Di-balik-kata-kata-terkenal-Kartini-Habis-gelap-terbitlah-terang-tersimpan-perjalanan-spiritual.jpg)