Ibadah Haji
Dari Dapur Tahu ke Tanah Suci, Perjuangan Siti Mulyati dan Putrinya Raih Mimpi Berhaji
Dapur sederhana di sudut rumah Siti Mulyati di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Dapur sederhana di sudut rumah Siti Mulyati di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, menjadi saksi bisu perjuangannya selama lebih dari satu dekade.
Dari tempat itulah, ia menghidupi keluarganya dengan membuat tahu.
Dari situ pula ia mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk mewujudkan mimpi beribadah haji ke Tanah Suci.
Tahun ini, impian itu akhirnya menjadi nyata. Siti bersama anaknya, Lutfiana, akan menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi.
Sebenarnya, Siti mendaftar haji bersama suaminya. Namun, sebelum panggilan haji itu tiba, suami Siti lebih dulu meninggal dunia.
Lutfiana yang ingin berbakti kepada orangtuanya dengan rela hati menggantikan sang ayah.
Ketika ditemui TribunJateng.com, keduanya tampak tengah bersiap mengikuti manasik, bagian dari rangkaian persiapan sebelum keberangkatan.
“Saya mendaftar tahun 2012 lalu bersama suami. Setelah menunggu 13 tahun, akhirnya dapat panggilan,” tutur Siti kepada TribunJateng.com, Selasa (22/4/2025).
Haru tak bisa disembunyikan, apalagi karena suaminya tidak sempat menyaksikan momen ini.
"Sudah melakukan persiapan untuk ibadah haji kali ini. Senang bisa menjaga ibu nanti di Mekkah," ujar Lutfiana.
Bagi Lutfiana, tahun ini menjadi tahun penuh berkah.
Seminggu sebelum keberangkatan haji, ia akan menjalani prosesi wisuda dari kampusnya.
Mahasiswi jurusan farmasi ini merasa doanya dikabulkan secara bersamaan—lulus kuliah dan bisa menjalankan rukun Islam kelima bersama ibunya.
"Senang sekali, rasanya tidak menyangka bisa menjalani wisuda dan baik haji tahun ini," ungkapnya.
Siti sendiri mengaku tak banyak permintaan saat berada di tanah suci nanti.
| Kisah Mbah Painah di Wonosobo, Buruh Petik Daun Pisang yang Berhasil Naik Haji |
|
|---|
| Pulang Sebelum Sampai Ka’bah: Kisah Empat Calon Jemaah Haji Kendal yang Gagal Terbang |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Kabupaten Semarang Mulai Diberangkatkan |
|
|---|
| Demi Keselamatan Jemaah Haji, Sopir Bus di Batang Jalani Tes Kesehatan Sebelum Berangkat |
|
|---|
| Pesan Wabup Wurja ke Calon Jamaah Haji Brebes: Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Siti-Mulyani-dan-anaknya-Lutfiana-dari-Desa-Sugihmanik.jpg)