Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pertimbangkan Siswa Gemulai Juga Dikirim ke Barak Militer: Biar Tegap

Usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengirim anak nakal ke barak militer telah dimulai.

Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
YOUTUBE
DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi temui remaja yang viral protes kebijakannya, diambil dari YouTube Dedi Mulyadi, Senin, (28/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengirim anak nakal ke barak militer telah dimulai.

Pada Kamis (1/5/2025), Dedi Mulyadi meninjau anak-anak di Purwakarta yang telah dikirim ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, yang terletak di Jalan Raya Sadang-Subang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Sebanyak 39 siswa yang dikirim tersebut rata-rata melakukan aksi kenakalan tawuran, bolos dan susah diurus.

"Ini siswa-siswa sudah masuk ke mobil resimen 1 kostrad. Mereka akan mengikuti pendidikan, rata-rata mereka tawuran, merokok dan memakai narkoba," ucap Dedi Mulyadi.

Namun, selain mengirim anak-anak nakal, Dedi Mulyadi berencana mengirim siswa gemulai.

Dikutip dari Tribunnews Bogor, Dedi sedang mempertimbangkan saran masyarakat tentang siswa gemulai diikutkan pelatihan di barak militer.

"Kita satu-satu dulu deh, memang ada tuh di komentar 'Pak Gubernur, anak-anak yang gemulai suruh pendidikan militer, biar tegap'," kata Dedi Mulyadi.

Namun untuk saat ini prioritas utama adalah anak-anak nakal lebih dahulu.

"Ya bisa saja (kirim siswa gemulai), yang penting ini fokus dulu deh yang bikin resah. Karena kriminalnya sudah pembunuhan," pungkas KDM.

Sementara itu, Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian akan memasukkan siswa gemulai dan kecanduan game online ke barak TNI.

"Kategorinya siswa yang memang bermasalah. Apabila ada siswa terindikasi LGBT atau gemulai dan kecanduan game online pun akan dibina. Nanti mereka akan mendapatkan pendidikan bela negara," kata Wahyu kepada wartawan, Minggu (4/5/2025).

Wahyu menambahkan jika siswa nanti akan mendapatkan pendampingan dari psikologi dan petugas kesehatan saat mengikuti pembinaan.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved