Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

Siswa SD dan SMP di Boyolali Diedukasi Soal Mental Health

Ratusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Boyolali mengikuti sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan mental serta pencegahan perundungan

Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: muh radlis
IST
KESEHATAN MENTAL - Para siswa mengikuti sosialisasi kesehatan mental, perundungan dan pencegahan kekerasan seksual kepada anak di wilayah Desa Paras Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali pada Sabtu (3/5/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Ratusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Boyolali mengikuti sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan mental serta pencegahan perundungan dan kekerasan seksual kepada anak di Desa Paras Kecamatan Cepogo pada Sabtu (3/5/2025).

Sosialisasi tersebut digelar oleh AirNav dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

Direktur PAUD Inspirasi Indonesia dan Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Lia Latifa mengisi langsung kegiatan itu.

Dalam kesempatan tersebut Latifa menekankan pentingnya melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya paparan konten pornografi di media sosial.

Anak-anak harus sangat selektif dan hati-hati dalam penggunaan smartphone.

Oleh karena para siswa harus diajak untuk membangun iklim yang kondusif dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun teman bermain.

Menurutnya sangat penting untuk menjaga kesehatan mental sehingga anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang sehat mental dan fisik. Generasi muda adalah calon pemimpin bangsa. 

Dalam rangka untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas tahun 2045, siswa tidak hanya diedukasi tentang kesehatan mental tapi juga dikenalkan mengenai pengelolaan sampah plastik (ecobrick).

Lanjutnya, bagaimana sampah plastik dikumpulkan dan dimasukkan ke botol plastik hingga padat dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Dalam kesempatan itu para siswa juga diminta praktik secara langsung.

Vice President of CSR AirNav Indonesia, Farhan Jamil menyampaikan, anak-anak adalah aset masa depan.

Di era serba digital sekarang tidak mungkin menutup diri dari hal-hal dari luar.

Oleh karena itu anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai kesehatan mental, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual kepada anak.

"Kami melakukan pembekalan kepada anak-anak untuk masa depan mereka.

Bagaimana anak-anak menghadapi perundungan, menjaga kesehatan mental dan mencegah kekerasan seksual kepada anak," katanya.

Pihak AirNav Indonesia turut melibatkan guru dan orang tua dalam kesempatan tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved