Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UKSW Salatiga

UKSW dan BukSU Filipina Sukses Gelar COIL 2025, Perkuat Akademik dan Budaya Internasional

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui kerja sama strategis dengan Bukidnon State University (BukSU) Filipina telah menyelenggarakan program.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy menutup program COIL, Jumat (02_04_2025) secara daring melalui Zoom Meeting. 

TRIBUNJATENG.COM - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui kerja sama strategis dengan Bukidnon State University (BukSU) Filipina telah menyelenggarakan program Collaborative Online International Learning (COIL) 2025 yang mengusung tema “Collaborative Learning: Academic Plight in Teaching Basic Macroeconomic Concepts”.

Program ini secara resmi ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy, Jumat (02/04/2025) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen kedua institusi dalam memperkuat sinergi akademik lintas negara, memperkaya kompetensi mahasiswa, serta mengembangkan wawasan global melalui pembelajaran ekonomi makro secara kolaboratif. 

Dalam sambutan penutupannya, Profesor Yafet menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan program ini.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami untuk menjadi bagian dari kolaborasi bermakna ini. Program ini tidak hanya menumbuhkan semangat kerja sama lintas budaya, namun juga mengembangkan keterampilan penting yang dibutuhkan dalam dunia global saat ini,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa UKSW berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa, bahkan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum agar memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan relevan bagi mahasiswa.

“Kami percaya pada keterlibatan lokal dalam perjalanan akademik, dan COIL ini telah membuktikan bagaimana pembelajaran internasional dapat memperkaya proses tersebut,” tambahnya.

President BukSU Filipina Dr. Joy M. Mirasol turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan pendidikan dan hubungan antar bangsa. 

“Melalui COIL, kita memperluas perspektif global, membangun pengetahuan bersama dan menciptakan dasar kuat untuk kolaborasi riset dan pengajaran ke depan. Kami percaya, persahabatan dan kerja sama akademik ini tidak memiliki batas,” ungkapnya.

Mendorong Inovasi Pembelajaran

Sebagai pengajar dalam program ini, Yulius Pratomo, S.E., MIntDevEc., Ph.D., dari UKSW dan Dr. Cleopas Bette R. Jacutin, Kepala Departemen Ekonomi BukSU Filipina, memberikan kuliah internasional yang membahas konsep-konsep mendasar dalam ekonomi makro, seperti akuntansi pendapatan nasional, inflasi, dan pengangguran.

Yulius mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang tinggi dalam mengikuti program, bahkan hingga membagikan kisah keluarga terkait perilaku ekonomi. “Program ini menunjukkan bagaimana teori ekonomi bisa dihubungkan langsung dengan kehidupan sehari-hari. COIL juga menciptakan komunikasi lintas budaya yang aktif dan pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President for Academic Affairs BukSU Filipina Dr. Hazel Jean M. Abejuela, menyampaikan bahwa kemitraan ini menciptakan pengalaman edukatif yang tidak hanya membangun sensitivitas budaya, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran di era global. “Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk menghadapi tantangan global melalui solusi berbasis akademik,” ujarnya.

Mahasiswa dari kedua universitas juga turut merasakan manfaat program ini. Trivena Apriska Yiswi dari UKSW mengaku, “Ini pengalaman pertama saya ikut kelas internasional. Saya jadi lebih paham bagaimana inflasi dan kebijakan memengaruhi kehidupan masyarakat.” Sementara itu, Joyce Ann Edvas dari BukSU Filipina mengatakan, “Diskusi ini membuat saya sadar bahwa ekonomi bukan sekadar angka, tapi juga tentang budaya dan kehidupan sehari-hari. Saya juga belajar banyak dari mahasiswa Indonesia,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, sertifikat penghargaan diberikan kepada Dr. Cleopas Bette R. Jacutin dan Yulius Pratomo, Ph.D., atas kontribusi mereka sebagai dosen tamu internasional dalam empat sesi perkuliahan. Sertifikat juga diserahkan kepada Joseph T. Tinsay sebagai fasilitator, serta Jaylou Micha A. Penus dan Trivena Apriska Yiswi sebagai peserta aktif dalam program COIL ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved