Berita Grobogan
DPRD Grobogan Soroti Penanganan Banjir Tegowanu: Minta Normalisasi Sungai & Perbaikan Tanggul Kritis
DPRD Grobogan angkat suara menyusul banjir yang melanda Desa Tanggirejo dan Sukorejo di Kecamatan Tegowanu akibat jebolnya tanggul Sungai Renggong
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – DPRD Grobogan angkat suara menyusul banjir yang melanda Desa Tanggirejo dan Sukorejo di Kecamatan Tegowanu akibat jebolnya tanggul Sungai Renggong.
Anggota Komisi C DPRD Grobogan, Triana Handayani, yang turut meninjau langsung lokasi terdampak, menyampaikan keprihatinan atas kondisi infrastruktur pengendali banjir di wilayah tersebut.
Saat ini tanggul yang jebol sudah mulai diperbaiki, namun masih ada beberapa titik tanggul yang kondisinya kritis dan sungai mengalami pendangkalan.
Oleh sebab itu, Ia meminta semua pihak yang berwenang melakukan percepatan penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Hasil pengecekan kami, ada sedimen yang perlu dinormalisasi dan tanggul kritis yang harus segera diperkuat. Ini penting agar saat hujan deras berikutnya tidak jebol lagi," ujar politisi dari PDI Perjuangan tersebut, Minggu (18/5/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Akibat Luapan Sungai Renggong Genangi Desa Tanggirejo, Grobogan
Triana juga menyoroti masalah serius yang dihadapi petani setempat.
Menurutnya, lahan pertanian yang tidak memiliki saluran pembuangan air yang memadai menjadi faktor penyebab genangan berkepanjangan.
"Untuk pertanian juga perlu penanganan khusus, warga tadi mengatakan ada sekitar 15 hektare area persawahan, air dari hulu itu berkumpul ke satu titik semua, sedangkan tidak ada saluran pembuangan," tegas Triana.
Sebagaimana diketahui, tanggul Sungai Renggong jebol pada Jumat (16/5/2025) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Akibatnya, sekitar 400 rumah dan 30 hektare sawah di Desa Sukorejo serta 70 rumah dan 15 hektare sawah di Desa Tanggirejo terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Menanggapi hal ini, Triana meminta agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga dinas teknis, duduk bersama menyusun langkah konkret jangka panjang.
"Mari kita bersama-sama mengusahakan agar permasalahan yang terus-menerus terjadi ini segera terselesaikan. Harus ada perencanaan sistem drainase yang lebih baik, termasuk program normalisasi dan penguatan tanggul secara menyeluruh," ujarnya.
Langkah BPBD dan BBWS
Sementara itu, BPBD Grobogan telah menyiapkan tiga unit pompa untuk mengurangi genangan.
Dapur umum juga telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak, meski belum ada laporan pengungsian.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, saat ditemui TribunJateng.com di lokasi banjir.
| Remaja Tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg Grobogan, 1 Korban Ditemukan Meninggal 3,5 Km dari Lokasi |
|
|---|
| Dua Remaja Tenggelam di Sungai Ngambleg Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Suami Belah Rumah di Grobogan, Bukan Hoaks, Ini Kisah Lengkap dan Pengakuan Istri |
|
|---|
| Viral Video Polisi di Grobogan Digerebek Rombongan Istri saat di Rumah Janda, Pintu Digedor 20 Menit |
|
|---|
| BRI Peduli Bangun Ruang Kelas Baru MI Riyadlotul Mubtadiin Grobogan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/BANJIR-DI-GROBOGAN-Banjir-melanda-Desa-Tanggirejo-dan-Sukorejo.jpg)