Liga 1 2025
3 Derby Paling Ikonik di Sepak Bola Indonesia: Gengsi, Sejarah, dan Emosi
Di Indonesia, derby panas selalu menjadi sajian utama yang dinanti publik sepak bola nasional.
TRIBUNJATENG.COM- Dalam dunia sepak bola, rivalitas bukan hanya sekadar adu skor di atas lapangan. Lebih dari itu, rivalitas menjadi nyawa pertandingan yang mampu menghidupkan emosi, membakar semangat, dan mengikat loyalitas para suporter hingga ke akar rumput.
Di Indonesia, derby panas selalu menjadi sajian utama yang dinanti publik sepak bola nasional. Pertemuan antara dua tim yang punya sejarah panjang selalu menyedot perhatian lebih besar dibanding laga biasa.
Mari kita bahas lebih dalam beberapa derby paling panas dan bersejarah di Tanah Air yang akan mewarnai pentas kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Berikut tiga derby di sepakbola Indonesia:
1. Persija Jakarta vs Persib Bandung, Rivalitas yang Melegenda
Salah satu rivalitas paling klasik dan ikonik di Indonesia adalah antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Tak berlebihan jika menyebut laga ini sebagai “El Clasico”-nya Indonesia.
Anda yang mengikuti perjalanan kedua klub pasti paham bahwa permusuhan antara Jakmania dan Bobotoh bukan terbentuk dalam semalam. Rivalitas ini sudah berlangsung sejak era perserikatan, bahkan sebelum Liga Indonesia lahir.
Secara geografis, Jakarta dan Bandung memang berdekatan. Tapi lebih dari jarak, konflik ini juga dibentuk oleh dinamika sosial, politik, dan budaya antara dua kota besar.
Persija sebagai representasi ibu kota dianggap penuh gengsi dan simbol kekuasaan, sementara Persib hadir sebagai perlawanan daerah yang punya identitas kuat dan tidak mau tunduk.
Dari situlah, tiap pertemuan keduanya selalu berlangsung panas, diwarnai semangat juang tinggi dan adu gengsi yang nyaris tak pernah reda.
2. Arema FC vs Persebaya Surabaya, Duel Jawa Timur yang Penuh Emosi
Beranjak ke Jawa Timur, rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya juga tak kalah panas. Anda mungkin pernah mendengar bagaimana pertandingan antara Singo Edan dan Bajol Ijo selalu dilingkupi atmosfer luar biasa.
Rivalitas ini bukan hanya soal sepak bola, tapi juga simbol dominasi dua daerah besar di provinsi yang sama.
Sejak era Liga Indonesia, tensi antara kedua tim terus meningkat.
Aremania dan Bonek, dua basis suporter terbesar di Indonesia, saling mengklaim diri sebagai pendukung paling loyal dan militan. Bentrokan suporter kerap terjadi di masa lalu, menciptakan luka yang hingga kini masih terus diupayakan penyembuhannya.
Meski demikian, duel antara Arema dan Persebaya tetap dinantikan, karena menawarkan laga penuh tensi tinggi, aksi di luar prediksi, dan tentu saja, drama yang membuat siapa pun enggan beranjak dari layar kaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dalam-pertandingan-pekan-ke-6-Liga-1-2024202.jpg)