Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Idul Adha

500 Domba Kurban Siap Didistribusikan di Jateng: Dipastikan Sehat

Sebanyak 500 ekor domba lokal di kandang peternakan di Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.

TRIBUN JATENG/ AGUS SALIM
PEMANGKASAN BULU - Petugas jaga di kandang DD Farm Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal memangkas bulu domba untuk menghilangkan kutu. Domba-domba di kandang itu juga telah dipastikan kesehatannya dan siap didistribusikan untuk hewan kurban.   

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 500 ekor domba lokal di kandang peternakan di Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, telah siap untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.


Domba-domba tersebut merupakan milik Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai alokasi persiapan menjelang iduladha.


"Domba-domba di peternakan kami, dipastikan sehat bebas penyakit. Pengecekan kesehatan dilakukan sejak domba baru datang pertama ke kandang," kata Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan ditemui di DD Farm di Kecamatan Limbangan, Kendal pada Sabtu (24/5/2025).


Dia mengatakan, sebaran domba tahun ini dilakukan di 10 titik di Jawa Tengah, terutama di daerah yang membutuhkan uluran tangan. 


"Seperti di Demak, Kendal, Pekalongan dan kota lain. Itu juga termasuk yang terdampak rob sudah kita plotkan, nanti pemotongan di sana juga," paparnya.


Zaini pun memastikan setiap domba-domba di kandang peternakan DD Farm sesuai kriteria untuk kurban.


Bahkan, pihaknya juga rutin melakukan pemangkasan bulu domba sebagai langkah pencegahan penyakit maupun kutu yang membandel.


Dikatakannya, pemangkasan bulu tersebut tak akan membuat kesehatan domba menurun.


"Untuk skala nasional kami ada 2.000 ekor persebaran. Kami juga melakukan pemangkasan bulu, karena ini berpotensi tumbuh kembang kutu. Pemangkasan ini aman,"


"Domba-domba ini juga sudah sesuai untuk syarat berkurban, termasuk usia, kesehatan hingga berat." ungkapnya.


Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban, baik di pasar hewan maupun di tempat penampungan dan kandang peternakan.


Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan, sekaligus mengantisipasi terjadinya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.


"Kami sudah rutin pemantauan, dan belum kami temukan gejala-gejala hewan kurban yang mengarah ke PMK," ungkapnya.


Pandu menerangkan, hewan kurban yang terkena PMK biasanya menampakkan gejala awal berupa tidak memiliki nafsu makan.


Selain itu, hewan kurban juga mengeluarkan air liur berlebihan, lepuh atau luka pada mulut, lidah, dan kuku.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved