Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Rocky Gerung Kritik Barak Militer Dedi Mulyadi, Hotman Paris: Cuma Omon-Omon!

Pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik usai mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Rocky Gerung saat berada di UIN Walisongo Semarang, Jumat (16/6/2023). 

Rocky Gerung Kritik Barak Militer Dedi Mulyadi, Hotman Paris: Cuma Omon-Omon!

TRIBUNJATENG.COM - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik usai mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pembangunan barak militer

Kritik tersebut tidak hanya menuai perhatian publik, tetapi juga mendapat respons tajam dari pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea.

Dalam unggahan terbarunya di akun Instagram resmi @hotmanparisofficial pada Sabtu (24/5/2025), Hotman menyindir keras pandangan Rocky yang dinilai hanya berbicara tanpa bukti konkret. 

Ia bahkan menyebut Rocky hanya mengandalkan teori dan omong kosong alias "omon-omon".

Hotman menyampaikan dukungannya kepada Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM, seraya mempertanyakan kontribusi nyata dari Rocky Gerung selama ini.

"Hotman dukung KDM! Apa prestasi Rocky? Hanya omon-omon! Karya nyata mana? Karier? Harta? Bantu rakyat? Semua nol besar!" tulis Hotman dalam unggahan Instagramnya.

Tak hanya itu, Hotman juga menyarankan agar Rocky Gerung dikirim ke barak militer agar belajar kedisiplinan, menyindir gaya berbicara Rocky yang menurutnya terlalu banyak teori tanpa aksi nyata.

Gaya Politik Dedi Mulyadi Dangkal

Sebelumnya, Rocky Gerung mengkritik gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang menurutnya lebih menonjolkan penampilan ketimbang substansi visi. 

Dalam analisanya, Rocky mengacu pada teori filsafat Barat tahun 1967 karya Guy Debord berjudul The Society of the Spectacle, yang menyoroti masyarakat yang terjebak pada tampilan luar.

"Apa yang dilakukan Dedi adalah visualisasi, bukan visi. Dalam politik, kita seharusnya menilai visi, bukan sekadar tampilan," ungkap Rocky.

Ia juga membandingkan konsep barak militer dengan teori Michel Foucault tentang disciplinary society, yang menurutnya hanya fokus pada pendisiplinan fisik dan tidak mendorong pemikiran kritis.

"Barak militer hanya melatih tubuh, bukan pikiran. Ini cocok di masyarakat dengan tingkat IQ rendah, seperti yang dilaporkan WHO dan World Bank, sekitar 78," tambah Rocky dalam pernyataannya.

Menanggapi kritik tajam tersebut, Dedi Mulyadi justru menunjukkan sikap tenang. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved