Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Olahraga

Azahra dan Mimpi Emas Remaja Putri Banyumas dari Arena Silat

Azahra menjadi salah satu dari 75 peserta pencak silat yang bertanding dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Tribunjateng/Permata Putra Sejati
MEMPERAGAKAN JURUS, Azahra Imelda Riyanti (14), siswi SMP Negeri 2 Wangon, Kebupaten Banyumas saat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), di Gor Serbaguna GOR Satria Purwokerto, Senin (26/5/2025). Ia menjadi salah satu dari 75 peserta pencak silat yang bertanding.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Azahra Imelda Riyanti (14), siswi SMP Negeri 2 Wangon, Kebupaten Banyumas tak pernah membayangkan ajakan teman saat duduk di bangku kelas 6 SD akan membawanya mendalami olahraga silat.

Azahra menjadi salah satu dari 75 peserta pencak silat yang bertanding dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

"Saya awalnya cuma ikut-ikutan teman, tapi lama-lama jadi suka. Gerakan silat itu keren, dan saya merasa bisa melindungi diri juga," kata Azahra kepada Tribunbanyumas.com, saat ditemui di Gor Serba Guna GOR Satria, Purwokerto, Senin (26/5/2025).

Keikutsertaannya dalam O2SN tahun ini pun terbilang tak biasa. 

Persiapan yang minim tak menyurutkan semangatnya bertanding. 

Bahkan, ia menargetkan dapat meraih juara pertama. 

"Meskipun persiapannya singkat, saya tetap optimistis. Pokoknya ingin juara satu," ujarnya.

Perjalanan Azahra dalam dunia silat tak selalu mulus. 

Ia pernah mengalami cedera saat pertandingan. 

"Waktu itu jari manis saya keseleo. Rasanya sakit banget, pernah juga jatuh sampai nangis. Tapi alhamdulillah cuma butuh seminggu untuk pulih," ucapnya.

Awalnya, orang tua sempat ragu mengizinkan Azahra berlatih silat, apalagi ia seorang perempuan. 

Namun, seiring berjalannya waktu, dukungan penuh datang dari keluarga. 

"Orang tua saya sekarang mendukung penuh. Dulu sempat tidak setuju karena saya cewek, tapi mereka lihat saya punya potensi," tambahnya. 

Bagi Azahra, O2SN bukan sekadar lomba. 

Ia memaknainya sebagai langkah menuju cita-cita yang lebih tinggi. 

"Cita-cita saya jadi dokter tapi jadi atlet silat yang terkenal dan saya ingin terus bertanding, bukan cuma di kabupaten. Semoga bisa sampai nasional," harapnya.

Langkah kaki Azahra yang ringan dan lincah di atas matras bukan hanya pantulan latihan.

Tetapi juga pantulan mimpi seorang remaja yang ingin membuktikan tekad dan kerja keras mampu menaklukkan batas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono, mengatakan bahwa pencak silat dan karate bukan hanya cabang olahraga, tetapi juga wadah aktualisasi potensi siswa.

"Tidak semua siswa punya talenta seperti pencak silat. Ini bisa jadi ajang individu maupun kelompok. Kami berharap peserta dari Banyumas bisa membawa pulang emas di tingkat provinsi," kata Jokowi sapaan akrabnya. 

Ada sebanyak 75 peserta mengikuti cabang pencak silat dan 45 peserta bertanding dalam cabang karate. 

O2SN kali ini diikuti oleh siswa SMP negeri dan swasta se-Banyumas.

"Ada reward khusus bagi yang juara di tingkat provinsi. Kita ingin Banyumas jadi penyuplai atlet-atlet potensial di berbagai ajang. Mari kita dukung bersama," ujarnya.

Joko juga mengajak seluruh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan pihak sekolah menjadikan O2SN sebagai referensi kegiatan yang mampu mengangkat nama daerah. 

"Agar bisa bersaing dengan daerah lain, kita perlu kerja bersama," katanya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved