Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesta Bola 2026

Ini Lokasi Berburu Jersey Retro Timnas Piala Dunia di Semarang

Satu pekan jelang kick off Piala Dunia 2026, antusias pecinta bola di Semarang berburu jersey tim nasional terus meningkat.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
RETRO- Jersey retro tim nasional negara-negara unggulan Piala Dunia diincar pecinta bola menyambut pesta Piala Dunia 2026 - 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu pekan jelang kick off Piala Dunia 2026, antusias pecinta bola di Semarang berburu jersey tim nasional terus meningkat.

Bukan hanya jersey keluaran terbaru yang diburu pecinta bola, namun juga jersey lawas atau retro yang bernilai jutaan rupiah.

Hal itu diungkap salah satu pemilik toko jersey di Semarang, Nur Aris Adi Nugroho (29), saat ditemui di tempat usahanya.

Aris mengatakan permintaan terhadap jersey retro meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia.

Baca juga: 263,7 Kilogram Sampah Dikumpulkan di Pesisir Pantai Jepara

Baca juga: Suhu Panas Diduga Jadi Penyebab Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Menurutnya, koleksi lawas justru memiliki daya tarik tersendiri karena jumlahnya terbatas dan tidak lagi diproduksi.

"Kalau jersey retro memang peminatnya ada sendiri. Banyak yang mencari karena nilai koleksinya. Harganya juga lebih tinggi dibanding jersey baru," ujarnya.

Di tokonya, harga jersey retro berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per potong. Beberapa koleksi bahkan berasal dari era 1990-an, salah satunya jersey Timnas Inggris yang kini menjadi incaran para penggemar sepak bola.

Pantauan Tribunjateng.com, beberapa jersey retro dengan nama dan nomor punggung pemain-pemain ikonik terpampang pada display toko milik Aris, bernama Gondes Jersey yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Semarang itu. Di antaranya jersey David Beckham, Lionel Messi, Raul Gonzales, Neymar, Diego Simeone

Adapula sejumlah seri jersey retro Timnas Jepang.

Menurut Haris, nilai sebuah jersey retro tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga kondisi barang, kelangkaan, serta sejarah yang melekat pada jersey tersebut.

Faktor itulah yang membuat harga jersey lawas cenderung stabil bahkan meningkat dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan pembeli jersey terbaru yang umumnya ingin mengenakan atribut tim favorit saat menonton pertandingan, pemburu jersey retro lebih banyak berasal dari kalangan kolektor. 

Mereka mencari edisi tertentu untuk melengkapi koleksi pribadi atau menyimpan sebagai aset jangka panjang.

"Kalau kolektor biasanya sudah tahu barang yang dicari. Mereka paham tahun keluaran, detail desain, sampai kondisi jersey," katanya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa jersey sepak bola kini tidak sekadar menjadi perlengkapan suporter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved