Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Haji 2025

Kisah Maharik Ayub Berangkat Haji Bersama Dua Istrinya: Harmonis, Mandiri, dan Penuh Rasa Syukur

Ayub, pensiunan dari Nabire, berangkat haji bersama dua istri. Rumah tangga harmonis, penuh cinta dan harapan untuk anak cucunya.

Tribun-Timur.com/Muhammad Nur Alqadri
HAJI 2025 - Maharik Ayub saat ditemui di Aula Arafah Asrama Haji Emberkasi Makassar, Kamis (22/5/2025). Ayub menyampaikan, ia berangkat menunaikan ibadah haji bersama dua Istrinya setelah mendaftar pada 2013 lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR -- Tak banyak pria yang bisa merasakan momen istimewa seperti Ayub Maharik, seorang pensiunan pegawai Inspektorat Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Di usianya yang ke-62 tahun, Ayub mendapat kesempatan langka dan penuh makna: menunaikan ibadah haji bersama dua istrinya, Djami Kamri dan Mariati.

Dua Istri, Satu Tujuan: Menuju Tanah Suci

Ayub bersama kedua istrinya berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Jumat, 23 Mei 2025, melalui Embarkasi Haji Makassar.

Ia mengungkapkan bahwa istri pertama telah wafat pada tahun 2005, dan kini yang menemaninya adalah istri kedua dan ketiga yang telah dinikahinya setelah itu.

“Dengan izin Allah, kami berangkat bersama semua,” ujar Ayub penuh rasa syukur.

Bukan hanya harmonis, rumah tangga Ayub juga penuh dengan semangat kemandirian.

Ia menyebutkan bahwa kedua istrinya merupakan pengusaha mandiri, berkat dukungan dan modal usaha yang ia berikan.

“Saya kasih modal mereka agar bisa mandiri. Alhamdulillah berjalan baik,” katanya.

Ayub juga dikenal sebagai sosok ayah dan kakek yang bertanggung jawab. Ia memiliki 18 anak dan 14 cucu, dan berharap suatu saat nanti mereka juga bisa menunaikan ibadah haji seperti dirinya.

Dari Nabire ke Mekkah

Kisah Ayub bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang keteladanan dalam membangun rumah tangga yang saling mendukung, meski dalam kehidupan poligami.

Ia menyampaikan bahwa hubungan antara kedua istrinya berjalan baik, karena dilandasi niat ibadah dan komunikasi yang terbuka.

“Alhamdulillah akur semua. Kuncinya komunikasi dan adil,” tutur Ayub.

Kisah Lain: Tukang Becak 32 Tahun Menabung untuk Haji

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved